ENEWS POLMAN •• Bupati Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Samsul menurunkan grader dan mobil pengangkut sampah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk membersihkan sampah yang berserakan pada saluran irigasi di Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo, Rabu (9/4/2025).
Samsul Mahmud juga turun langsung memantau proses pembersihan sampah tersebut. Hal itu dilakukan setelah sampah yang berserakan itu viral di media sosial.
Kehadiran Bupati melakukan pemantauan pembersihan irigasi didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly.
Samsul Mahmud mengatakan bahwa sampah di Polman merupakan masalah serius yang harus segera diselesaikan.
Samsul menyebut bahwa sampah ini meningkat pasca lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah ditambah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) belum beroperasi.
“Kita tidak bisa biarkan hal seperti ini terus terjadi. Sampah yang menumpuk itu adalah sampah plastik (Styrofoam) atau anorganik. Untuk menyelesaikan persoalan sampah bukan hanya pemerintah tapi ini adalah tugas kita bersama,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Aji Assul itu menjelaskan, tiga bulan terakhir, air di saluran irigasi tersebut tidak mengalir dan masyarakat seenaknya membuang sampah ke area itu.
“Saya sudah sampaikan sama Penjabat (Pj) Sekda dan Camat Wonomulyo agar senantiasa mengedukasi masyarakat terkait membuang sampah. Tak hanya itu, tapi keterlibatan tokoh masyarakat dan aktivis agar senantiasa memberikan edukasi kepada sesama,” kata Aji Assul.
Bupati juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta pemerintah Kecamatan Wonomulyo untuk selalu mengawasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang tempat.
Semwntara Camat Wonomulyo, Sumiaji yang juga turun membersihkan sampah di saluran irigasi bersama rombongan DLHK Polman menyampaikan bahwa hal tersebut sudah seringkali terjadi.
“Sampah ini menumpuk karena kurangnya kesadaran masyarakat. Peristiwa ini bukan pertama kalinya terjadi di saluran irigasi dan kejadian sebelumnya juga pernah terjadi, lebih parah daripada hari ini,” jelas Sumiaji kepada ENews Indonesia.
“Sampah ini bisa dikelola dengan baik dan bisa bernilai rupiah andaikan masyarakatnya mau, kalau tidak ada kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, maka tidak ada kejadian seperti ini,” tegasnya.
Jurnalis: Hasbi Waloyo






