ENEWS, POLMAN • • Abrasi parah terus mengancam kawasan pesisir Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Warga setempat menyebutkan, pengikisan garis pantai di Dusun Mampie terjadi setiap tahun dengan jarak mencapai 10 hingga 15 meter.
Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah anggota DPRD Polman melakukan kunjungan lapangan ke Pantai Mampie, Kamis (23/1/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Polman Maniruddin, didampingi Ketua Komisi III Sarina, guna melihat langsung dampak abrasi yang kian mengkhawatirkan.
Dalam kunjungan itu, Amiruddin menegaskan bahwa abrasi di Pantai Mampie merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera dan terpadu.
“Kondisi abrasi di Pantai Mampie ini sangat memprihatinkan. Ini persoalan serius dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Amiruddin.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyatakan komitmennya untuk mendorong langkah penanganan darurat dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Balai Sungai Wilayah V Sulawesi.
Ia juga mengusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera dilakukan gotong royong bersama masyarakat melalui pemasangan beronjong atau karung pasir guna menekan laju abrasi.
Pada kesempatan itu, rombongan DPRD Polman juga berdialog langsung dengan warga pesisir untuk menyerap aspirasi serta keluhan terkait dampak abrasi yang terjadi hampir setiap tahun.
Kepala Dusun Mampie, Darwis, menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD Polman yang turun langsung ke lokasi. Ia berharap kunjungan tersebut dapat mendorong percepatan solusi konkret.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian DPRD. Abrasi ini sudah berdampak besar bagi warga, mulai dari kesulitan air bersih, menyusutnya lahan pertanian, hingga ancaman terhadap permukiman,” ungkap Darwis.
Ia menambahkan, warga pesisir Desa Galeso saat ini melakukan gotong royong membangun tanggul darurat sebagai upaya sementara untuk menahan abrasi sambil menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Bupati Polman Muhammad Hamzih bersama Pj Sekretaris Daerah Hamdani Hamdi juga telah meninjau langsung kondisi Pantai Mampie.
Pemerintah Kabupaten Polman menyiapkan sejumlah langkah darurat, termasuk penyediaan 2.000 karung pasir yang akan diisi secara gotong royong oleh masyarakat.
“Ini langkah darurat sambil menunggu solusi jangka panjang. Dalam beberapa bulan terakhir, abrasi sudah mencapai sekitar 10 meter dan ini tidak bisa dibiarkan,” kata Muhammad Hamzih, Rabu (22/1/2025).
Selain itu, Pemkab Polman juga merencanakan penanaman mangrove sebagai upaya perlindungan jangka panjang sekaligus penguatan garis pantai.
Pemerintah daerah pun berencana melibatkan pemerintah pusat untuk penanganan permanen, seperti pembangunan pemecah gelombang.
“Penanganan jangka panjang harus segera direalisasikan agar abrasi bisa ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegas Hamzih.
(Hasbi Waluyo)






