ENEWS, BONE •• Nyaris menjadi bulan-bulanan warga, seorang oknum security kampus Institut Bataritoja Bone berinisial KA diamankan warga setelah diduga hendak melakukan pencurian hewan ternak di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Ahad dini hari (23/11/2025).
Peristiwa bermula ketika seorang warga yang baru kembali dari kebun bertemu dengan seorang pria berperilaku mencurigakan di sebuah semak dan hutan kecil di belakang kompleks perumahan BTN Griya Ayu.
Kecurigaan warga memicu koordinasi ronda malam setempat untuk melakukan pencarian di lokasi.
Meski pencarian awal tidak menemukan pelaku, warga justru menemukan sebuah motor ojek gabah yang ditinggalkan dan diduga milik pelaku.
“Setelah dicari di hutan tidak ditemukan, kami menemukan satu unit motor ojek gabah yang tidak diketahui pemiliknya. Kami curiga motor itu milik pelaku, lalu kami bersembunyi menunggu. Benar saja, motor itu diambil pemiliknya,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Warga yang melakukan penangkapan lantas membawa terduga, yang diidentifikasi sebagai KA (alamat di Kelurahan Majang), ke kompleks perumahan untuk diinterogasi.
Menurut keterangan saksi, jawaban KA saat ditanya tidak masuk akal, mengaku hendak “menengok ponakan” atau “ke Planet Cinema”, padahal lokasi tersebut tidak memiliki akses ke bioskop. Ketidaklogisan jawaban itu makin menguatkan kecurigaan warga.
Tak lama kemudian, Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang bersama Sat Intelkam Polres Bone tiba di lokasi dan mengambil alih penanganan. Terduga dibawa ke Mapolres Bone untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang AKP Henri Aswan, melalui Panit Opsnal Ipda Muhammad Nasrum, membenarkan adanya pengamanan terhadap oknum security tersebut.
“Sementara kami amankan di Polsek sambil dimintai keterangan lebih mendalam. Jika terbukti melakukan pelanggaran hukum maka proses akan dilanjutkan; bila bukti tidak kuat, pelaku akan dipulangkan,” ujar Ipda Nasrum.
Warga setempat menyatakan wilayah tersebut kerap rawan kasus pencurian hewan ternak.
Dalam beberapa pekan terakhir, menurut warga, upaya penggagalan aksi pencurian pernah terjadi termasuk penemuan enam ekor sapi yang diduga hendak dicuri namun berhasil ditemukan kembali oleh warga setelah dipindahkan dari lokasi semula.
Kondisi ini membuat warga semakin sigap melakukan ronda malam secara bergilir.
“Kami tiap malam ronda karena wilayah ini rawan. Beberapa malam lalu orang sempat menggagalkan pencurian 6 ekor sapi. Makanya begitu ada gerak-gerik mencurigakan langsung kami tangkap,” kata salah seorang tokoh ronda.






