Bone  

Momen Keseruan Perayaan HUT RI ke-78 di GIM Kelurahan Bukaka

Foto: Momen lomba memasukkan paku dalam botol oleh emak-emak.

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Bebagai perlombaan digelar dalam mengisi peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 baik sebelum puncak 17 Agustus maupun setelahnya.

Keseruan itu pula dirasakan warga Perumahn Griya Ifa dan Mustika (GIM) Talumae , Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang digelar dua hari yakni, tanggal 19 hingga 20 Agustus 2023.



Beberapa lomba yang digelar yakni:
lomba lar karung, lomba lari kelereng, lomba memasukkan paku dalam botol, tarik tambang, lomba joget kursi, serta lomba domino berdikari.

Acara pembukaan Peringatan HUT kemerdekaan RI yang ke-78 Tahun yang dipandu oleh ketua panitia Anto Syambani Adam tersebut dibuka oleh Camat Tanete Riattang, Andi Kumala Dewi Salahuddin, yang digelar di Lapangan Syahdu perumahan Griyah Ifah.

Dalam sambutannya, Andi Kumala Dewi menyampaikan, merayakan HUT kemerdekaan merupakan wujud mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang melawan penjajah.

“Selain daripada itu tentunya untuk memperat tali persaudaraan antara warga khususnya di lingkungan Harapan dan warga BTN GIM GRIYAH IFAH dan Mustika TALUMAE Bukaka,” katanya.

“Kegiatan seperti ini selain semarak dan gembira juga memberikan ruang kepada anak -anak sebagai generasi bangsa mencontoh agar tetap terpatri kecintaanya kepada bangsa ini,” lanjutnya.

Hal senada juga disampikan Andi Silviana selaku Lurah Bukaka dalam sambutannya menerangkan bahwa memperingati HUT kemerdekaan adalah sebuah wujud kebersamaan antar warga.

“Ini adalah kegiatan cerdas yang dilihat oleh anak-anak kita yang tentunya kedepannya anak-anak kita sebagai generasi pelanjut terus melakukan kegiatan seperti ini sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan dan mewujudkan kebersamaan dan kekeluargaan antar warga,” katanya.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Camat Tanete Riattang, Sekcam Tanete Riattang, Lurah Bukaka, Babin Kamtibmas, kepala lingkungan serta tokoh masyarakat setempat. (*)