ENEWS BONE •• Korban pelecehan anak perempuan di bawah umur (13 tahun) di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) trauma dengan hal yang menimpanya baru-baru ini. Korban tidak pernah keluar rumah bahkan nyaris tak ikut berlebaran pada lebaran Idul Fitri tahun 2025 ini.
Namun didesak oleh kakaknya untuk pergi berlebaran hingga korban pun pergi berlebaran.
Yusuf selaku kakak kandung korban mengungkapkan, adiknya tak pernah keluar rumah karena trauma dan malu kepada tetangganya.
“Banyak cerita-cerita tetangga bahwa kasus yang menimpa adik saya yang memasukkan laki-laki ke dalam rumah. Itu salah satu hal yang membuat adik saya trauma,” kata Yusuf kepada ENews Indonesia, Kamis (3/4/2025).
Yusuf menyampaikan bahwa pelaku yang nyaris melecehkan adiknya itu tak kenal sama sekali dengan adiknya.
“Saya sudah tanya baik-baik adik saya. Dia tidak kenal, memang adik saya sering dichat melalui Whatsapp tapi tidak pernah digubris. Entah pelaku ambil nomor adik saya dari mana. Pelaku bukan warga kampung sini, dia dari Sinjai, datang ke rumah iparnya di sini,” kata Yusuf.
“Entah siapa yang menyebar isu-isu seperti itu,” kesalnya.
Yusuf berharap, pihak kepolisian dan pihak berwenang lainnya untuk membantu adiknya yang saat ini dalam keadaan tertekan.
“Ke sekolah pun tidak pernah semenjak kejadian itu,” kata Yusuf.
Sebelumnya diwartakan, seorang perempuan berumur 13 tahun di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) nyaris dirudapaksa pria yang memasuki rumahnya pada Ahad (23/3/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.
Kakak kandung korban, Yusuf mengungkapkan, saat itu, seisi rumah sedang tertidur.
“Namun tiba-tiba pelaku masuk melalui jendela kamar adik saya dan menarik paksa adik saya nyaris merudapaksa. Pelaku mengancam adik saya, pelaku juga membawah sebilah parang yang terselip di pinggangnya,” kata Yusuf kepada ENews Indonesia, Kamis (3/4/2025).
Mendengar suara gaduh itu, kakak tertua korban terbangun dan berlari masuk ke kamar adiknya.
“Seketika itu, kakak tertua saya langsung menarik pelaku keluar kamar, tapi kakak saya kaget dan menghindar melihat sebilah parang terselip di pinggangnya. Kakak saya mencoba membela diri dengan mengambil kursi dan menghantam pelaku hingga parang pelaku bisa direbut,” beber Yusuf.
Mendengar kegaduhan di rumah korban, warga setempat pun berbondong-bondong menuju lokasi kejadian dan nyaris menghakimi pelaku.
“Pelaku nyaris dihakimi keluarga (warga setempat), namun kakak saya menghalangi karena sudah tak berdaya. Pelaku ini bukan warga di sini, di dari kabupaten sebelah cuman ada iparnya di kampung kami,” ujarnya. (Redaksi)






