Konflik Mahasiswa Organda Bone dan Palopo Berakhir Damai

ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR – Konflik mahasiswa yang terjadi antar organda Bone dan Palopo beberapa waktu lalu yang bermula dari masalah di Universitas Islam Makassar (UIM) kini telah berakhir.

Diketahui, Ketua BEM Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) bernama Arham warga Desa Ulubalang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone mengalami cidera berat di bagian tangan setelah mengalami penganiayaan oleh sejumlah Mahasiswa  di Sekertariatnya, Jum’at (26/11/2021).

BACA: https://enewsindonesia.com/tujuh-terduga-pelaku-penyerangan-bem-dan-asrama-mahasiswa-di-makassar-dibekuk-timsus-polda-sulsel/

Berakhirnya konflik antar kedua mahasiswa ini ditandai dengan berlangsungnya mediasi antar kedua kelompok di Polrestabes Makassar yang di dampingi oleh A. Arfan Sahabuddin, SH.,MH beberapa waktu lalu.

A. Arfan sahabuddin, SH.,MH, Ketua BPPH PP Sulsel, selaku mediator mengungkapkan kesyukuran atas perdamaian telah terlaksana antara KEPMI BONE dan IPMIL, kami telah mengupayakan restorative justice, dan kedua belah pihak menyetujuinya.

“kami berterima kasih terhadap seluruh pihak yg telah membantu dan aktif berkomunikasi untuk menemukan jalan terbaik untuk masalah tersebut, kepada Pihak kepolisian dalam hal ini Bapak Kapolrestabes Makassar dan jajarannya kami ucapkan terima kasih atas upaya-upaya perdamaian ini, dan kami berharap cukup sampai disini dan tak akan ada lagi gesekan-gesekan seperti itu lagi, kami bersaudara,” imbuhnya melalui via WhatsApp oleh media enewsindonesia.com, Senin (28/02/22).

Andi Singkeru Rukka, Demisioner Ketua KEPMI BONE periode 2001-2003, mengungkapkan apresiasi luar biasa atas perdamaian antar kedua kelompok mahasiswa yang sempat berkonflik.

“ini luar biasa, terlebih ada jejak perdamaian dalam perjanjian Raja Bone Luwu Polo Malelae Ri Unynyi,” tutupnya.

Jurnalis: Andi Akbar





Tinggalkan Balasan