ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR – Aksi unjuk rasa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Talasalapang Cabang Makassar berujung ricuh.
BACA: https://enewsindonesia.com/gelar-unras-pmii-talasalapang-sebut-alami-pemukulan-oleh-aparat/
Ketua PMII Makassar, Muhammad Ilham mengutuk keras hal tersebut. Dirinya mengaku kecewa terhadap penanganan aparat kepolisian saat mengawal aksi sahabat-sahabat PMII yang semestinya tidak menindaki secara represif yang mengakibatkan korban luka.
“Adapun sahabat kami yang terkena luka bibir pecah yaitu Rafli dari Komisariat Talasalapang Unismuh Makassar dan tentu tindakan oknum aparat kepolisian tersebut sudah tidak lagi mencerminkan fungsinya sebagai pengayom, pelindung masyarakat,” ujar Muhammad Ilham, Selasa (8/3/2022).
Muhamnad Ilham menambahkan bahwa pihaknya pasti tidak akan diam dan akan mengawal terus sampai tuntas.
“Selanjutnya kami dari PMII Makassar akan mengambil langkah aksi besar-besaran di Polda SulSel untuk melaporkan oknum aparat yang melakukan kekerasan serta meminta Polda agar mengevalusi Kapolrestabes Makassar,” lanjutnya.
Sementara itu, AKP Lando, Kasubag Humas Polrestabes Makassar, membenarkan adanya tindakan tersebut, namun belum bisa berkomentar lebih jauh untuk membenarkan salah satu pihak karena masih dalam tahap penyelidikan.
“Memang benar, ada tindakan diluar kendali itupun juga karena ada anggota kami dua orang yang jadi korban, dan saya pikir mereka berjalan berdasarkan SOP yang ada, ketika menyalahi dari SOP itu sendiri kita akan mengambil tindakan, namun sejauh ini belum bisa berkomentar banyak karena kita masih melakukan penyelidikan sehingga belum bisa membenarkan satu pihak,” tuturnya saat di konfirmasi melalui via telepon.
Lebih lanjut, AKP Lando mengatakan bahwa tidak adanya surat pemberitahuan yang masuk untuk melakukan aksi demonstrasi dan bisa saja ada provokator yang menjadikan adanya keributan diantara mereka.






