Bone  

Ketua DPRD Bone: HAB ke-80 Kemenag Berdampak Nyata

Foto: Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong (jilbab hitam) bersama Menteri Agama Nazaruddin Umar saat mengikiti Jalan Sehat dalam rangka HAB ke-80. (ENews)

ENEWS, BONE •• Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, mengapresiasi pelaksanaan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Bone, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, penunjukan Kabupaten Bone sebagai lokasi puncak HAB ke-80 bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kelompok rentan.

banner 728x250

“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan program bantuan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Andi Tenri Walinonong di sela kegiatan jalan sehat di Lapangan Merdeka Bone.

Ia menilai, program Paket Cinta yang disalurkan kepada marbot masjid, petugas kebersihan, penyandang disabilitas, penerima bantuan stunting, serta penerima rumah layak huni, sejalan dengan semangat keadilan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kecil.

“Ini bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Sinergi Kemenag dan BAZNAS patut diapresiasi karena menyasar kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih,” katanya.

Peringatan HAB ke-80 Kemenag Sulsel di Bone diikuti ribuan peserta yang terdiri dari ASN Kemenag, tokoh lintas agama, serta masyarakat umum dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Para peserta bahkan telah berdatangan sejak Selasa (6/1/2026), sehingga tingkat hunian hotel dan penginapan di Kota Watampone terpantau penuh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Bone. Dalam kegiatan jalan sehat, Menteri Agama menyerahkan secara simbolis 400 Paket Cinta, dengan masing-masing 80 paket untuk setiap kelompok penerima manfaat.

Andi Tenri Walinonong berharap momentum HAB ke-80 ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kerukunan umat beragama serta meningkatkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. (Red)





Tinggalkan Balasan