Kepmi Bone La Pawawoi UNM Rekrut 139 Anggota Baru

Foto: Berpose bersama para anggota baru dan pengurus Kepmi Bone La Pawawoi UNM. (File Enews)

ENEWS MAKASSAR •• Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (Kepmi Bone) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) La Pawawoi, Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali merekrut anggota baru.

Sebanyak 139 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang bernama “Mappabati” itu.



Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Nilai-Nilai Sipakainge, Mabbulo Sibatang, Rebba Sipatokkong Guna Mewujudkan La Pawawoi yang Progresif Berlandaskan Ade’ Pangadereng” itu digelar di Pucak Teaching Farm, Kabupaten Maros mulai Jumat (20/12/2024) hingga Ahad (22/12/2024).

Ketua Panitia Mappabati, Andi Fitra Makkuaseng menyampaikan bahwa tradisi Mappabati menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan mahasiswa baru untuk menanamkan nilai kebersamaan, budaya, dan identitas organisasi.

“Kegiatan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh panitia yang telah memberikan waktu dan tenaga mereka. Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya menikmati rangkaian acara, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai berharga yang akan menjadi bekal mereka di organisasi dan kehidupan,” terang Andi Fitra dalam sambutannya.

Andi Fitra menerangkan, Mappabati adalah ruang yang dirancang untuk membangun rasa kebersamaan dan penguatan identitas sebagai anggota Kepmi Bone La Pawawoi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi juga langkah awal membangun solidaritas dan kekuatan angkatan 2024. Semangat ini harus terus dipertahankan untuk mendukung kemajuan organisasi kita,” tambahnya.

Sementara, Ketua Umum DPK Kepmi Bone La Pawawoi UNM, Muh. Khaidir Mu’tashim, mengatakan bahwa pengkaderan adalah langkah awal membangun karakter dan loyalitas anggota baru.

“Pengkaderan ini adalah langkah awal bagi kita untuk melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat integritas, solidaritas, dan kepedulian terhadap organisasi serta masyarakat,” ujar Khaidir.

Ia menegaskan bahwa kaderisasi bukan hanya formalitas organisasi, melainkan ruang untuk menanamkan nilai dasar Kepmi Bone, seperti kebersamaan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap budaya Bone sebagai identitas yang harus dijaga.

“Sebagai mahasiswa dan bagian dari Kepmi Bone, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi serta mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Mari jadikan pengkaderan ini sebagai momentum membangun fondasi diri yang kuat, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual,” ajaknya.

Rangkaian acara berlangsung dengan penuh semangat, meliputi sesi pengenalan nilai-nilai Kepmi Bone, diskusi kebudayaan Bone, hingga sesi team building untuk mempererat hubungan antaranggota.

Puncak kebersamaan terjadi pada malam keakraban di bawah langit berbintang Pucak. Api unggun yang menyala menjadi saksi lantunan lagu daerah, cerita inspiratif dari alumni, serta momen kebersamaan yang akan terus dikenang.

Puncak Mappabati ditandai dengan prosesi simbolis penyatuan visi dan misi Angkatan 2024. Dengan berpegangan tangan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menjaga nama baik DPK Kepmi Bone La Pawawoi UNM serta menjadi generasi yang menjunjung tinggi tradisi dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Red)





Tinggalkan Balasan