banner 728x250

Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api, 2 Orang Polisi Dikabarkan Meninggal

ENEWSINDONESIA.COM — Kecelakaan maut baru-baru ini telah terjadi di kawasan perlintasan kereta api yang tidak ada palang pintunya. Kejadian tersebut terjadi di Dukuh SIboto RT 11 Desa Kalimacam, Kabupaten Sragen, Kecamatan Kalijambe, Jawa Tengah.

kecelakaan maut tersebut menyeret mobil patroli Polsek Kalijambe Polres Sragen yang telah tertabrak oleh kereta api Brantas menuju Pasar Senen-Blitar. Atas kejadian tersebut dikabarkan 2 orang meninggal dunia.

banner 728x250

Berdasarkan laporan yang didapatkan, 2 korban jiwa yang telah meninggal dunia tersebut adalah anggota dari Polsek Kalijambe. Mereka adalah Bripka Slamet Mulyono dari kota Solo dan juga Ipda Samsul Hadi seorang warga dari perum Gemolong Kecamatan Gemolong Sragen. Keduanya sekarang ini telah dievakuasi petugas.

Sementara korban lainnya adalah Eka Budi berusia 50 tahun, yaitu warga desa Krikilan Kalijambe yang sedang bertugas di Koramil Kalijambe. Korban tersebut masih belum ditemukan karena saat itu diduga terjatuh ke dalam sungai saat kecelakaan tersebut terjadi di kawasan jembatan.

Menurut keterangan warga, kecelakaan tersebut terjadi pada hari Minggu,  13 Desember jam 11 malam. Kecelakaan bermula ketika muncul mobil patroli yang ditumpangi oleh ketiga korban sedang melaju dari timur ke Dukuh Siboto yang berada di seberang rel kereta api.

Nahas sekali ketika mobil tersebut menyebrang rel di kawasan perlintasan, secara mendadak ada kereta api Brantas muncul dari arah utara. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya benturan keras sampai menyeret mobil patroli tersebut menuju tengah jembatan. Akibatnya mobil menjadi rusak parah dan 2 anggota Polsek Kalijambe tewas terjepit. Sedangkan Eka Budi diduga telah terjatuh ke dalam sungai.

“Saya dan Dandim Sragen langsung memimpin evakuasi kecelakaan maut kendaraan patroli Polsek Kalijambe. Benar di dalamnya berisi 3 personel 2 di antaranya personel Polri dan 1 anggota TNI,” kata Yuswanto ketika dihubungi oleh wartawan, Senin (14/12).

“Perlintasan kereta itu memang tanpa palang pintu. Kami sudah berkoordinasi dengan Daop VI Yogyakarta untuk melakukan penutupan perlintasan. Mulai pagi ini perlintasan ditutup,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *