ENEWS PEMILU •• Direktur Kantor Hukum Pawero (KHP), Umar Azmar MF, MH merilis pendapat hukum mengenai keabsahan penggunaan Kartu “All-In” oleh pasangan calon (Paslon) Drs. H. A. Islamuddin, M.H., dan A. Irwandi Natsir, S.Sos., M.Si., dalam Pilkada Kabupaten Bone.
Kartu itu diketahui memuat “Program 7 Juta per Kepala Keluarga,” yang belakangan menuai kritik dari beberapa pihak karena dinilai tidak realistis dan mempertanyakan sumber anggarannya serta kemampuan daerah dalam mewujudkannya.
Dalam pendapat hukumnya, Umar Azmar menegaskan bahwa secara objektif, program ini sah sebagai bagian dari kampanye yang memuat visi, misi, dan program kerja paslon, serta tidak mengandung unsur money politic.
Lebih lanjut, Umar menjelaskan bahwa potensi Kabupaten Bone sebenarnya lebih besar daripada yang dipresepsikan oleh sebagian pihak.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi bukanlah kapasitas ekonomi daerah, melainkan tingkat kepatuhan hukum dan tata kelola yang masih rendah, yang menghambat optimalisasi potensi tersebut.
“Nampaknya, melalui Kartu ‘All-In’ ini, pasangan Islamuddin-Irwandi bermaksud memperbaiki tata kelola daerah dengan fokus pada peningkatan kepatuhan hukum dan efisiensi penggunaan anggaran. Peningkatan kepatuhan, terutama dari pelaku usaha, sangat penting untuk mengoptimalkan penerimaan daerah, sehingga target ambisius seperti ‘7 Juta per Kepala Keluarga’ bisa tercapai secara lebih realistis,” jelas Umar, Senin (14/10/2024).
Umar juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat dan transparansi dalam pelaksanaan program-program ini agar masyarakat memahami bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar janji populis, melainkan langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola daerah.
Untuk membaca pendapat hukum lengkap yang dirilis oleh Umar Azmar, Anda dapat mengunduh dokumennya melalui tautan berikut: Download Pendapat Hukum Kartu ‘All-In.
Terhadap rilisnya Legal Opinion ini, saat ditanyakan adakah hubungan kerja yang terbangun dengan pihak Tegak-Lurus, diselingi senyum Umar menjawab
“Sampai saat ini belum ada bendahara dari ketiga tim paslon yang tahu nomor rekening saya,” pungkasnya.






