banner 728x250
Sulbar  

Karena Covid-19 Masih Mewabah, Gubernur Sulbar : Penyelenggaraan Salat Jumat di Mesjid Belum Dibuka

Gubernur Sulbar , Ali Baal Masdar melakukan rapat melalui video Conference (Vidcon) terkait penyelenggaraan salat berjamaah di Mesjid di tengah Pandemi Covid-19

Enewsindonesia.com, Mamuju – Gubernur Sulbar , Ali Baal Masdar melakukan rapat melalui video Conference (Vidcon) terkait penyelenggaraan salat berjamaah di Mesjid di tengah Pandemi Covid-19. Rapat berlangsung di rumah jabatan Gubernur, Rabu, (27/5/2020).

Dalam rapat tersebut hadir Kajati Sulawesi Barat, Danrem 142 Tatag, Wakil Bupati Majene, Wakil Bupati Pasangkayu, Ketua MUI Sulawesi Barat, Kepala BPBD Provinsi, Kadis Kesehatan Sulbar, Kepala Kemenag Sulbar, Kepala Biro Kesra, para Kepala Kemenag Kabupaten.

banner 728x250

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar pada rapat virtual tersebut menyampaikan, untuk pelaksanaan shalat rencana sudah akan membuka masjid untuk pelaksanaan shalat pada, Jumat, (29/5/2020), namun harus tetap sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Berdasarkan masukan dari peserta rapat malam ini, kami putuskan bahwa untuk minggu ini belum dapat melaksanakan shalat jum’at berjamaah, dan kita tetap mengacu pada surat edaran yang lama untuk tetap shalat dzuhur dirumah saja, sebagai pengganti Shalat Jum’at.

“Masyarakat diharap tetap bersabar, mudah-mudahan dalam bulan Juni ini sesuai prediksi, kita sudah bisa kembali shalat jum’at berjamaah di Masjid,”kata Ali Baal Masdar.

Wakil Bupati Majene, Lukman menyampaikan, mencermati perkembangan rapat , Ia mengemukakan bahwa Pemkab Majene lebih awal telah melakukan rapat terkait pelaksanaan Ibadah Shalat Jum’at untuk minggu ini. “kami siap melaksanakan petunjuk dan perintah dari Pemerintah Sulbar apapun itu, terkait pelaksanaan Shalat Jum’at di Masjid,” kata Lukman.

Kajati Sulbar, Darmawel Aswar berpandangan bahwa, “saat ini Sulbar dalam pandemi Covid-19 trend nya sedang naik, maka akan menjadi pertimbangan. Bila kita perbolehkan shalat jum’at pada daerah tertentu, aka nada daerah lain iku untuk melaksanakan shalat jum’at,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *