KADIS Disperindagkop: Pengecer Jangan Lagi Beli Pakai Jerigen di SPBU, Kecuali?

ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten pulau Morotai, Maluku Utara telah resmi mengeluarkan Surat Edaran tentang pengendalian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, Minyak tanah, dan Pertamax di tingkat pengecer, kios/Depot di Pulau Morotai.

Dalam surat edaran tersebut, Harga eceran Pertamax di kios – kios kecil Rp 16.500 perliter.

Sedangkan BBM jenis Pertalite, Solar dan Minyak tanah, dilarang untuk dijual kembali di kios-kios yang tidak memiliki izin penjualan sesuai ketentuan yang berlaku.

SPBU/APMS dilarang memperjual belikan kembali BBM bersubsidi jenis Pertalite, Solar ke pengecer, kios/depot, tetapi hanya dapat menyalurkan BBM ke pamakai langsung sesuai ketentuan.

SPBU/APMS dilarang melayani pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen atau drum, serta pengisian BBM jenis Pertalite atau Solar secara berulang-ulang.

surat edaran pengendalian BBM tersebut

KADIS Disperindagkop, Nasrun Mahasar ketika ditemui Enewsindonesia.com mengungkapkan sebelum surat ini dikeluarkan pihaknya sudah melakukan pengawalan untuk penyaluran BBM tersebut.

“Mulai sekarang sudah tidak ada lagi pengecer yang membeli BBM bersubsidi menggunakan galon/jerigen di SPBU,” katanya, Jum’at (9/9/2022).

Dia menegaskan, jika kedapatan melanggar, maka pihaknya akan memberikan sanksi yang berat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Penulis: Ranto DBEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan