Masih Dalam Tahap Pembangunan, Gedung Rektorat Unipas Morotai Ambruk

ENEWSINDONESIA.COM, Morotai – Belum lama dibangun, Teras Gedung Rektorat Universitas Pasifik (Unipas) Morotai ambruk, Sabtu (1/9/2022).

Bangunan tersebut berlokasi di Desa Daruba Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

banner 728x250

Ambruknya teras utama gedung rektorat Unipas Morotai itu diduga karena tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan saat pengecoran.

“Mereka hanya perintahkan kami untuk mengecor saja, karena kami ini hanya Kerja pengecoran saja. Jadi soal dia punya masalah apa kami tidak tahu,” ungkap salah satu pekerja.

Disamping itu, prosedur Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) juga tidak berjalan, hal ini dapat dibuktikan juga dari pengakuan para pekerja yang tidak dilindungi dengan peralatan keselamatan.

“Tidak ada, ini sampe kemarin ada yang kaki bengkak karena tertindis pipa yang biasa dipakai cor itu,” kata pekerja.

Sementara Kontraktor Pelaksana Kegiatan, Opik, mengaku salah dan Khilaf.

“Tong (kami) salah, tong khilaf, kemarin komunikasi yang salah antara bagian teknik dengan orang di lapangan, kejadiannya hari sabtu,” ungkap Opik.

Masalah tersebut, kata Opik, pihaknya berjanji akan membenahinya hingga selesai.

“Memang tetap Torang tanggungjawab Torang akan selesaikan,” janjinya sembari meminta wartawan untuk mengkonfirmasi ke bagian teknik pada proyek itu.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ode Ari Junaedi Wali menyampaikan bahwa bangunan tersebut masih dalam tahap pembangunan, maka bangunan yang ambruk akan diperbaiki.

“Otomatis masih bisa diperbaiki, terkecuali dia sudah melewati masa pelaksanaan,” katanya Senin (3/10/2022) malam melalui pesan instan.

Ode menegaskan, pihaknya telah memutuskan untuk memberhentikan pekerja yang lama dan akan diadakan pergantian dengan pekerja yang baru.

“Karena untuk kemarin itu ada Permasalahan dengan campurannya juga dan itu kami sudah tegur secara lisan maupun tertulis untuk pihak pelaksana sehingga ada perbaikan-perbaikan tertentu dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Informasi tambahan, proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Morojaya Sentosa Abadi, dengan Nomor Kontrak, 600.02/CK/SP.GU/DPUPR-PM/IV/2022.

Tanggal Kontrak, 07 April 2022. Dengan Nilai Kontrak; Rp5.713.785.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Waktu pelaksanaan selama 180 Hari Kalender.

Peristiwa ambruknya bangunan tersebut tak menimbulkan korban jiwa namun satu orang pekerja mengalami cedera pada bagian kaki kanannya.





Penulis: Ranto DBEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan