ENEWS MAKASSAR •• Terkait dengan revisi UU Pilkada dan menyikapi badan legislasi DPR RI atau Baleg yang diduga menganulir putusan MK terkait syarat partai mengusung calon kepala daerah dan batas usia calon kepala daerah, sejumlah Mahasiswa dari berbagi organisasi di Kota Makassar melakukan aksi unjuk rasa di bawah Fly over dan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (22/8/2024).
Bedasarkan pantauan langsung Enewsindonesia.com, aksi massa memadati Fly Over sekira pukul 14.40 Wita.
Demonstrasi pembuka oleh aktivitas HMI cabang Mega Resky Makassar berlangsung aman tanpa tindakan anarkis.
Massa aksi terus berdatangan memadati Fly Over pukul 14.58 Wita dengan membawa spanduk dengan bertuliskan, “Dinasti Hancurkan Demokrasi, Jokowi Rakus kekuasaan dan Jokowi penghianat konstitusi.”
“Sebagai masyarakat Kota Makassar yang dikenal dengan kota pergerakan, kita tidak boleh diam melihat problematika seperti ini, yang mana Presiden Jokowi mencoba memperkosa demokrasi dan konstitusi di negeri ini,” teriak lantang Ahmad Jais Banyal (orator) pada massa yang berkumpul.
Yusuf yang bertindak sebagai orator selanjutnya mengungkapkan bahwa, negara dengan iming-iming bonus demografi ini tidak mungkin menghasilkan kesejahteraan bila wakil rakyatnya terus berleha-leha di kantornya.
Massa terus berdatangan memadati Fly Over hingga pukul 15.00 Wita, sebagian dari massa yang berkumpul bertolak ke kantor DPRD Provinsi Sulawesi (Sulsel) Selatan di Jalan Urip Sumaharjo Kota Makassar.
Demonstran yang tiba di depan kantor DPRD Provinsi Sulsel langsung melakukan aksi fisik setelah berharap ada anggota DPRD yang keluar menemui massa aksi, namun harapan itu sia-sia.
Beberapa ban motor dan mobil bekas langsung dibakar dengan BBM jenis pertalite di depan pintu gerbang DPRD Provinsi Sulsel atas kekesalan masa karena tidak ada anggota DPRD yang keluar menemui mereka.
Tak hanya itu, beberapa mahasiswa terpantau memanjat pagar, melempar gerbang dengan batu bata lalu melempar ke dalam kantor DPRD Provinsi Sulsel.
Massa aksi juga menutup jembatan Fly Over dari arah rumah sakit Primaya ke arah Universitas Muslim Indonesia dengan membakar ban bekas.
Laporan: Ikbal Tehuayo






