ENEWS, MAJENE •• Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) Kabupaten Majene, Syamsuddin Kamal, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam penerbitan surat tugas yang menggunakan namanya dan organisasi IJS Majene.
Dalam surat yang beredar, surat tersebut menugaskan seseorang atas nama Arbain untuk mencari dana bagi tur wartawan ke Bone dan kemah wartawan ke Malino.
Kejadian ini terungkap setelah ia menerima informasi dari seorang pengusaha swasta yang didekati oleh individu (Arbain) untuk meminta bantuan keuangan bagi tur studi tersebut.
Saat dikonfirmasi ENews Indonesia, Syamsuddin Kamal menyatakan bahwa tanda tangan pada surat itu dipalsukan dan tidak pernah dikeluarkan secara resmi olehnya maupun pengurus IJS Majene.
“Saya tidak pernah mengeluarkan surat itu. Arbain telah memalsukan tanda tangan saya. Ini merusak reputasi organisasi dan mencoreng citra IJS Majene,” tegas Syamsuddin saat dikonfirmasi ENews Indonesia, pada Ahad 2 September 2025.
Syamsuddin menyebutkan bahwa tindakan ini berpotensi melanggar hukum dan akan segera dilaporkan kepada pihak berwajib.
Ia juga meminta Bupati Majene dan pihak-pihak terkait untuk tidak menanggapi atau mengakui keabsahan surat tersebut.
“Saya akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian karena jelas ada unsur pemalsuan dokumen. Saya juga berharap Bupati Majene mengetahui bahwa surat itu tidak sah,” tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, Arbain, pihak yang disebut dalam surat tersebut, belum memberikan klarifikasi mengenai dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut.
IJS Majene menekankan bahwa segala bentuk kegiatan dan surat resmi organisasi hanya diterbitkan melalui mekanisme internal yang sah serta mendapat persetujuan langsung dari ketua dan sekretariat organisasi.
Jurnalis: Arfan Rinaldi






