Front Morotai Menggugat Kembali Gelar Aksi BBM Jilid 2, Ini Tuntutannya

ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam ‘Front Morotai Menggugat’ menggelar aksi di depan kantor Bupati Pulau Morotai, sekitar pukul, 12 : 30, WIT, Senin (18/4).



Aksi ini merupakan aksi BBM Jilid II dengan tema ‘Turunkan Harga BBM & Tangkap Mafia BBM’. Massa aksi mendesak Sekertaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, M. Umar Ali, SE untuk lebih tegas menyikapi kenaikan BBM tersebut. Bukan sebatas surat edaran dan janji semata.

Aksi front morotai menggugat, melibatkan beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) diantaranya: HMI, PMII, LMND, IMM, PB-HIPMAMORO, KNPI, ANSOR, GMNI, GMKI, dan KPR.

Dari hasil pantaun media ENEWSINDONESIA.COM, aksi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu sempat terjadi ketegangan antara demonstran dan pihak Dinas Perindagkop termasuk Sekda Morotai.

Pasalnya, massa aksi sempat ngotot dan mendesak kepada jajaran pemkab agar Sekda M. Umar Ali, Se keluar dan menemui massa aksi.

Massa aksi berpesan kepada Sekda agar bersikap tegas kepada oknum yang melakukan penjulan BBM jenis Pertalite dengan harga diatas Rp.10.000 di pengecer, dan Rp.7.600 di Premiun sesuai ketetapan dalam regulasi.

Selain itu, sikap tegas dari massa aksi juga meminta agar Kadis Perindagkop (Nasrun Mahasari) dicopot atau dipecat karena dinilai gagal dalam menangani masalah variasi harga di tingkat pengecer semenjak edaran Sekda diterbitkan pada Senin (11/4) minggu lalu.

Saat ditemui Jurnalis Enewsindonesia.com, Sekda mengku tetap akan mengacu pada prosedur atau tidak asal copot.

“Karena kita butuh bukti terkait dugaan massa aksi, tentang data-data lapangan,” terangnya.

Ranto





Penulis: Ranto Dg BaduEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan