Bone, ENEWS  

Diserang Hama, Hasil Panen Padi di Sibulue Bone Anjlok

Foto: Gabah dari hasil panen padi yang diserang hama penuh dengan kepompong ulat di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Serangan hama menjadi penyebab produksi gabah anjlok. (Dok. Ros)

ENews, Bone •• Musim panen gabah yang dinanti-nantikan petani selama tiga hingga empat bulan akhirnya tiba.

Musim panen di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone yang kerap disebut ‘ase taung’ memang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani karena dipanen saat musim kemarau.

banner 728x250

Sayangnya, harapan itu harus sirna karena ternyata hasil panen jauh dari harapan.

“Musim panen ‘Ase Bare’ (musim rendengan-red) sepetak sawahku Lamalampe bisa menghasilkan 48 karung. Tahun ini hanya 12 karung saja kasian, ” tutur Janna, seorang istri petani asal Sibulue, Selasa 2 September 2024.

Hal senada diungkapkan Agu yang mengeluh miris, “Rugi betul tahun ini, hasil panen tidak cukup bayar pupuk dan tutupi pembeli racun.”

Petani lain, Asri menuturkan sawah mertuanya yang digarapnya, dulunya hasil panen gabah bisa sampai 98 karung, kini hanya 40-an karung.

“Penyebabnya tanaman padi diserang tikus kemudian ketika berbuah diserang wereng dan ulat, ” jelasnya.

Untungnya harga gabah lebih bagus dibanding musim sebelumnya.

“Waktu musim rendengan gabahku hanya dibeli Rp6.000 perkilo oleh pedagang. Untuk tahun ini dibeli Rp6.700 perkilo. Sayangnya, hanya beberapa karung saja bisa dijual karena sedikit saja hasil panen, ” tambahnya.

Dia pun berharap, untuk musim tanam berikutnya, ada antisipasi awal untuk menangkal serangan hama yang merugikannya.

“Terutama serangan tikus karena kami bingung mau diapakan kalau sudah menyerbu, ” tutupnya.

(Rosdiana Sulja)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan