Dies Natalis ke-10 Unipas, Ini Pesan Rektor

Foto: foto bersama Rektor Unipas (kemeja merah/hitam) bersama para dosen Unipas setelah gelaran Dies Natalis ke- 10. (Dok. Ranto)

ENEWS PENDIDIKAN •• Dies Natalis Universitas Pasifik Morotai (Unipas) yang  yang ke-10 digelar di Jababeka Pulau Morotai. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unipas, Irfan Hi Abd Rahman dengan mengusung tema, “Kolaborasi Progresif untuk Universitas Pasifik Morotai Unggul”, Rabu (15/2/2023).

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan Universitas Pasifik Morotai sudah 10 tahun di daerah ini. Sejak didirikan pada 5 Februari 2013 silam.



Lebih lanjut Rektor menyampaikan, berdirinya Unipas dipelopori oleh beberapa tokoh seperti Drs. Rusli Sibua.M.Si (Bupati), Drs Mohtar Arief (Sekretaris Daerah), Drs. Ramli Yaman, Sulami Sibua Akademisi Unkhair, dan Drs. Husba Arief, serta Alm. Sudirman, S.IP serta sejumlah tokoh.

“Embrio berdirinya Unipas tidak terlepas dari peran politisi, birokrat dan akademisi tersebut menandakan bahwa Unipas Morotai sejak didirikan dibangun diatas landasan kolaborasi memanjukan pendidikan di Morotai,” imbuhnya.

Rektor melanjutkan, kolaborasi memiliki pengertian suatu proses bekerja sama untuk menelurkan gagasan atau ide dalam menyelesaikan masalah secara bersama-sama menuju visi bersama.

“Secara kontekstual tema kolaborasi progresif untuk Unipas unggul memiliki makna kerja bersama untuk kemajuan dengan memperbaiki keadaan sekarang untuk tercapainya visi Unipas Morotai yaitu unggul dalam ilmu pengetahuan teknologi seni berbasis potensi lokal tahun 2040,” terangnya.

“Perguruan tinggi memiliki peran vital untuk mencerdaskan bangsa. Sehingga kolaborasi progresif saat ini begitu dibutuhkan dilakukan secara secara bersama,” sambungnya.

Rektor menambahkan, dalam Rencana Induk Pengembangan UNIPAS Morotai 2021-2040 yang telah disusun dan disahkan melalui rapat paripurna senat adalah merupakan peta jalur pengambangan Unipas periode 20 tahun mendatang.

“Arah pengembangan Unipas hanya dapat terwujud dengan kolaborasi progresif gerak maju yang berbasis kapabilitas. Kita memerlukan transformasi paradigmatik baik internal unipas maupun pemerintah daerah. Budaya akademik harus menjadi dasar dan haluan pembangunan yang dibudiayakan di jantung Unipas,” imbuhnya.

“Dalam usaha menjadi Unipas unggul berdaya saing di kawasan Pasifik di tahun 2040 kita membutuhkan strategi berupa reorentasi keperacayaan diri dengan etos kerja kreatif,” pungkasnya.

(Ranto Daeng Badu)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan