Majene  

Deny Sebut Ada Dugaan Persekongkolan antara Pekerja dan Pengawas pada Temuan Kecurangan Proyek Jalan di Majene

Ilustrasi. (Ist)

ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE – Kasus penemuan dugaan kecurangan dalam proses pengerjaan ruas jalan di Lingkungan Camba dan Deteng-deteng, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat menjadi atensi masyarakat.

Salah seorang masyarakat Majene, Deny menilai bahwa temuan dalam proyek pengerjaan ruas jalan adalah hal yang lumrah jika hanya di bawah 10 persen dari total anggaran.



“Karena pekerja maupun pengawas adalah manusia biasa. Tetapi jika sudah mencapai ratusan juta dari pagu anggaran itu sudah kelewatan dan harusnya sudah menjadi pantauan dan penyelidikan aparat penegak hukum baik jaksa atau dari kepolisian,” ujarnya ke Enews Indonesia, Kamis (20/7/2023).

Menurut Deny, jika kerugian negara hingga ratusan juta, dia menyebut sudah merampok.

“Patut kita menduga ada konspirasi atau persekongkolan jahat di dalam tim pekerjaan tersebut walaupun dalam aturan si pekerja diberi ruang untuk mengganti oleh pihak yang berwenang baik BPK atau Inspektorat dan si pekerja sanggup mengganti,” sebutnya.

Lebih jauh Deny mempertanyakan, apa efek jera bila dilakukan pengembalian? Kata dia hal tersebut akan menjadi contoh bagi yang lain.

“Mereka sudah pasti berprinsip, tidak apa apa kita curang, kan nantinya ada kesempatan untuk mengganti, bahkan dapat dicicil,” katanya.

“Menurut saya ini sudah harus dilidik oleh pihak penegak hukum, baik jaksa atau kepolisian, ini sudah indikasi ada perbuatan dugaan korupsi dan sekali lagi ada dugaan konspirasi dan persekongkolan jahat di dalam tim pekerjaan tersebut karena disitu ada konsultan pengawas,” sambungnya.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Majene IPDA Aulia Usmin yang dikonfirmasi melalui telpon mengatakan, tentang dugaan kecurangan di pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut, pihaknya sementara dalam proses penyelidikan dan dirinya mengatakan tetap memantau perkembangan.

“Kami sementara dalam penyelidikan, untuk mengetahui apakah memang ada dugaan korupsi atau kerugian negara di dalamnya mohon bersabar yang jelas kami tetap bekerja,” ucapnya ke Enews Indonesia.

(Arfan Renaldi)