ENEWS, MAKASSAR •• Pemilihan RT/RW Serentak se-Kota Makassar yang digelar pada 3–11 Desember 2025 diprediksi berlangsung panas. Munculnya figur-figur muda dengan gagasan progresif membuat kontestasi tingkat akar rumput ini semakin kompetitif.
Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah Andrian Maulana, S.H, calon Ketua RT 07 Kelurahan Parang, yang dinilai mewakili wajah baru kepemimpinan lokal.
Dalam pesan kampanyenya, Andrian menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menata ulang struktur sosial masyarakat dari level paling dasar.
“Masa muda adalah masa emas. Jangan menjadi pemuda pasif, jadilah pemuda aktif yang terus bergerak. Youth are agents of change,” tegasnya saat berbincang bersama jurnalis ENews Indonesia, Sabtu (29/11/2025).
Pernyataan tersebut menunjukkan positioning politik Andrian sebagai representasi generasi baru yang ingin mendobrak pola lama dan mendorong perubahan berbasis partisipasi warga.
Meski menjadi salah satu calon ketua RT termuda, modal sosial dan rekam jejak Andrian tidak bisa dianggap remeh.
Sebagai pendamping hukum bagi masyarakat kecil, ia kerap membantu warga yang tersangkut persoalan hukum tanpa akses memadai ke layanan bantuan.
Selain itu, kontribusinya sebagai penulis opini di beberapa media lokal memperkuat citranya sebagai pemuda yang melek isu publik, vokal terhadap ketidakadilan, dan kritis terhadap tata kelola pelayanan masyarakat.
Tagline kampanyenya, “Satukan Langkah, Wujudkan Perubahan,” menegaskan orientasi politiknya yakni membangun lingkungan yang aman, responsif, transparan, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan warga.
Andrian menyebut dirinya siap membuka ruang dialog warga secara lebih intensif, mempercepat pelayanan administrasi, dan memperkuat kolaborasi antarwarga melalui program-program berbasis partisipasi.
Kontestasi RT/RW Makassar tahun ini memang disebut-sebut sebagai yang paling dinamis.
Kehadiran calon-calon muda seperti Andrian memunculkan harapan baru sekaligus tantangan bagi model kepemimpinan lama yang selama ini dianggap stagnan.
Di tengah meningkatnya tensi politik lokal, warga Kelurahan Parang kembali menegaskan pentingnya netralitas panitia pemilihan.
Mereka mengingatkan agar tidak ada intervensi dari pihak mana pun baik dari aktor lokal maupun kepentingan tertentu untuk menjaga proses demokrasi tetap jujur, adil, dan kondusif.
Dengan pengalaman advokasinya terhadap warga kecil dan kapasitas intelektual yang ia miliki, Andrian Maulana tampil sebagai simbol regenerasi kepemimpinan.
Pemilihan RT 07 Kelurahan Parang akan menjadi ujian penting apakah suara perubahan dari generasi muda mampu menggeser pola lama dan benar-benar memperoleh mandat warga untuk membawa lingkungan menuju arah yang lebih baik.
Jurnalis: Angki Perdana






