ENEWS, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan setoran pajak sebesar Rp8,1 triliun kepada negara pada kuartal I 2026. Bersama dividen tahun berjalan senilai Rp11 triliun, total kontribusi BRI kepada negara mencapai Rp19,1 triliun.
Bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI menjadi salah satu penyetor pajak terbesar di industri keuangan nasional.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional.
“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa,” ujar Hery, Rabu (15/7/2026).
Menurut Hery, kontribusi tersebut sejalan dengan arahan Badan Pengelola BUMN dan Danantara Indonesia dalam mendorong penciptaan nilai tambah (value creation) yang berkelanjutan bagi negara.
Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi BRI kepada negara juga terus terjaga. Pada 2023, total setoran mencapai Rp50,5 triliun yang terdiri atas pajak Rp27,3 triliun dan dividen Rp23,2 triliun. Pada 2024 meningkat menjadi Rp57,6 triliun, terdiri dari pajak Rp31,9 triliun dan dividen Rp25,7 triliun. Sementara pada 2025, total setoran mencapai Rp55,8 triliun, terdiri atas pajak Rp28,1 triliun dan dividen Rp27,7 triliun.
Setoran tersebut meliputi berbagai jenis kewajiban kepada negara, antara lain Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, Pajak Penghasilan Badan, serta pajak daerah.
Kinerja bisnis yang tetap solid menjadi penopang kontribusi BRI kepada negara. Hingga kuartal I 2026, BRI Group membukukan laba bersih Rp15,5 triliun. Total aset tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, dana murah (CASA) mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara 68,07 persen dari total DPK, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 65,77 persen.
Hery menegaskan BRI akan terus memperkuat pertumbuhan yang berkualitas agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi negara melalui peningkatan penerimaan pajak dan kontribusi lainnya. (*)






