ENEWS, GOWA •• Sebagai wujud pengabdian, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengadakan Bina Desa di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang mengangkat tema “Menghambat Eskalasi dalam Rangka Meningkatkan Minat Baca Generasi Muda di Pelosok Indonesia,” ini dibuka pada 28 Mei dan berakhir pada 31 Mei 2025.
Kegiatan ini berfokus pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan pertanian yang diharapkan dapat memberikan output yang efektif pada bidang pendidikan.
Frekuensi pelaksanaannya kemudian disusun jangka panjang dengan rencana strategis pembinaan selama enam bulan ke depan.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari perangkat desa setempat.
“Kami betul-betul mengharapkan kehadiran adik-adik dari kampus, bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai mitra pembangunan desa. Kami sangat terbuka apabila desa ini dijadikan sebagai desa binaan ke depannya, dan kami siap memberikan dukungan berupa sarana dan ruang untuk pengembangan kegiatan positif yang adik-adik inisiasi,” tutur Kepala Desa Erelembang, Putra Syarief saat membuka kegiatan tersebut.
Pada bulan pertama, kegiatan ini difokuskan pada orientasi dan adaptasi pada masyarakat.
Bersama delegasi dari masing-masing BEM fakultas, diadakan pula pelatihan pembuatan pupuk organik bokasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Sumber Daya Manusia BEM U, Wahyu, selaku representasi dari mahasiswa pertanian.
“Pertanian di Desa Erelembang memiliki potensi besar, baik skala regional maupun nasional, sehingga perlu terus dilakukan pembinaan dan pengawalan pertanian yang lebih baik demi mencapai swasembada pangan, dengan menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan,” terang Wahyu.
Selain itu, bersama delegasi dari Farmasi diadakan juga pemeriksaan kesehatan gratis yang dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan BEM U yang bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Berdasarkan keluhan masyarakat, ditemukan bahwa selain penyakit asam urat, kolestrol, maupun gula darah, penyakit yang banyak menjangkiti masyarakat adalah penyakit kulit akibat penggunaan pestisida.
Berbagai kegiatan pengabdian lainnya pun turut dilakukan, seperti dialog pendidikan, bersih-bersih masjid, sosialisasi langsung ke masyarakat, adaptasi ke pelajar-pelajar, dan lain sebagainya.
Selain itu, dilakukan pula observasi untuk persiapan bulan berikutnya. Targetnya, pada bulan kedua akan didirikan pojok literasi di lingkungan kantor desa serta pembentukan komunitas baca.
Berikutnya, pupuk yang sebelumnya difermentasi kemudian akan dipraktekkan langsung pemakaiannya dan bisa diliat langsung hasilnya di bulan berikutnya.
Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar, Muh Hasby Assidiq sebagai Ketua BEM Universitas menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada ayahanda Rektor Unismuh Makassar, Kades Erelembang dan jajarannya dan seluruh masyarakat serta panitia yang terlibat,” katanya.
Hasby menuturjan, Bina Desa ini merupakan kegiatan jangka panjang, langkah-langkah yang diambil adalah langkah strategis dengan mempertimbangkan berbagai aspek, sehingga perlu adanya kerja sama dari setiap elemen.
“Output yang ingin dicapai juga sudah jelas, dan kami membuka kesempatan sebesar-besarnya khususnya bagi semua mahasiswa Unismuh Makassar yang ingin berpartisipasi langsung,” imbuhnya.
Selain pelaksanaan bulan pertama berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 28 Mei -31 Juni 2025, akan kembali dilakukan evaluasi sekaligus persiapan untuk bulan berikutnya. (Red)






