Andis: Saya Hampir Menyerah dari Konsistensi Raih Gelar Doktor

Foto: Dr. Andi Adisaturrahimi, S.Pd., M.Pd.

“Dari kesedihan, ia bangkit. Dari daerah, ia bersinar. Dari konsistensi, ia menginspirasi,” pesan dari Dr. Andis untuk generasi muda.

ENews, Makassar •• Aula Pascasarjana Universitas Negeri Makassar hari ini menjadi saksi perjalanan luar biasa seorang perempuan muda dari Timur Indonesia. Dr. Andi Adisaturrahimi, S.Pd., M.Pd., atau yang lebih dikenal dengan Andis, resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Bahasa Inggris, disaksikan sekira 200 audiens yang memadati ruangan, Selasa (01/07/2025).

banner 728x250

Sidang terbuka ini berlangsung khidmat dan sarat emosi. Tujuh penguji hadir menguji dan memberi penghargaan atas disertasi Dr. Andis yang dinilai kaya kontribusi ilmiah dan nilai kemanusiaan.

Di antara para tamu, hadir pula Rektor IAIN Bone, tempat ia menyelesaikan pendidikan S1-nya, yang memberikan testimoni hangat.

“Andis ini sangat adaptif. Ia bisa berteman dan bergaul dengan siapa saja. Hari ini ruangan ini penuh — itu bukti bahwa ia dicintai banyak kalangan,” ujar Rektor.

Tak hanya itu, dengan senyum bangga, sang Rektor menyebutnya sebagai sosok yang “selebgramis”, istilah yang mencerminkan bagaimana Andis begitu mudah dikenal, disukai, dan dijadikan panutan.

“Semoga Andis ke depannya menjadi role model bagi teman-teman pengajar maupun adik-adik mahasiswa. Sosoknya cerdas dan inspiratif,” tambahnya penuh harap.

Namun siapa sangka, di balik gelar akademik itu, tersimpan kisah perjuangan yang begitu pilu. Dalam sesi pidato, Dr. Andis mengungkap bahwa tahun 2024 menjadi titik terendah dalam hidupnya. Ia nyaris meninggalkan studi doktoralnya setelah ibunda tercinta wafat.

“Saya merasa kehilangan salah satu kaki untuk berjalan. Saya hampir menyerah, saya menghadap promotor dan bilang saya ingin berhenti kuliah,” kisahnya lirih.

Tapi justru dari luka itu, tumbuhlah kekuatan. Ia memilih untuk berdamai dengan dirinya sendiri, dan menjalani setiap proses dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

“Sejak mamaku tiada, saya berada di mode pasrah. Saya percaya, yang dipilihkan semesta pasti yang terbaik. Kuncinya hanya satu: konsistensi. Apa pun yang terjadi, saya tetap lanjut karena ini sudah saya niatkan sejak awal,” tuturnya.

Kini, dengan lebih dari 18 publikasi ilmiah, pengalaman konferensi hingga ke Jepang, dan pengabdian nyata bagi pendidikan, Dr. Andi Adisaturrahimi tidak hanya menjadi doktor muda di angkatannya. Ia adalah wajah cemerlang perempuan intelektual dari Indonesia Timur.

“Dari kesedihan, ia bangkit. Dari daerah, ia bersinar. Dari konsistensi, ia menginspirasi.” pesan dari Dr. Andis untuk generasi muda.





Editor: Abdul Muhaimin