Wajo  

Andi Muafiah, Penyelenggara Bimtek Deep Learning di Sulsel

Foto: Andi Muafiah (kiri) pada salah satu kegiatannya.

ENEWS, WAJO •• Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu Amanat Nasional yang tertulis dalam alinea keempat dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Di sela-sela kesibukannya, Direktris PT. Putri Dewani Mandiri, Andi Muafiah selaku penyelenggara bimbingan teknis (Bimtek) Deep Learning mengatakan, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 22 hingga 24 Agustus 2025, bertempat di Hotel Aryaduta Makassar.



Sosok Andi Muafiah, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) baik dalam pemerintahan, maupun dalam dunia pendidikan, namanya sangat dikenal dan telah lama malang melintang sebagai pelaksana kegiatan.

Setelah menggelar Bimtek di sejuamlaj daerah di Sulsel, Andi Muafiyah akan kembali ke Kementerian Pendidikan di Jakarta untuk melaporkan hasil sosialisasi di beberapa daerah wilayah kawasan Indonesia Timur khususnya 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Adapun kegiatan Bimtek diperuntukkan bagi kepala sekolah dan tenaga pengajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk memperkenalkan program sistem Deep Learning kepada siswa-siswi nantinya.

Metode ini sangat inovatif dan efektif dalam merubah mindset cara berpikir dalam dunia pendidikan dalam menghadapi era abad ke 21.

Lebih lanjut Andi Muafiah menjelaskan bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa setiap program pasti menghadapi berbagai tantangan termasuk pada teman-teman dari pemerhati sosial kontrol kemasyarakatan.

“Itu semua sah-sah saja dan semoga menjadi pendorong untuk saya dalam berbuat yang lebih baik untuk Bangsa ini,” katanya, kepada ENews Indonesia, Sabtu, (16/08/25)

Andi Muafiah, mengurai tentang tantangan implementasi Deep Learning pada dunia pendidikan, yakni;

– Kesiapan guru selaku tenaga pengajar yang nantinya menjadi sebagai fasilitator;

– Kurikulum, dalam hal ini kurikulum perlu di rancang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan siswa;

– Akses teknologi, hal ini diperlukan Akses yang merata terhadap teknologi yang mendukung pembelajaran siswa;

– Evaluasi, sistem evaluasi perlu disesuaikan untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan berpikir siswa.

Sebagai pribumi asal Kabupaten Wajo, ia menegaskan akan memberikan yang terbaik kepada kampung halamannya.

“Kabupaten Wajo adalah daerah kelahiran saya tentunya akan kami memberikan yang terbaik dengan menghadirkan tenaga pengajar/ pemateri atau Widyaiswara dari Kementerian Pendidikan RI,” tutupnya.





Penulis: Andi M IkbalEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan