ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Komisi B, Andi Irwandi Natsir menyayangkan mahalnya pupuk bersubsidi di tingkat pengecer di Kabupaten Bone.
Ia mengatakan, berbagai upaya dan program dilakukan pemerintah agar supaya produksi pertanian bisa meningkat, tapi di sisi lain komponen utama dalam rangka peningkatan produksi selalu menjadi persoalan hampir di berbagai tempat di Kabupaten Bone.
“Persoalan pengecerlah, distribusi ke daerah-daerah terpencil dan segala permasalahan yang melingkupinya dari tahun ke tahun pupuk senantiasa menjadi keluhan petani yang tidak pernah tuntas diselesaikan oleh pemerintah,” tuturnya kepada Enewsindonesia.com, Kamis (12/1/2023).
Terkait permasalahan tersebut, ia berharap kepada pemerintah agar supaya masalah pupuk ini di koordinir secara baik dan tuntas.
“Kalau perlu siapkan anggaran khusus di APBD dalam rangka menangani kelangkaan ataupun tingginya harga jual pupuk yang sampai ke petani agar ke depan konsentrasi kita dalam rangka peningkatan produksi pertanian bukan hanya sekedar jargon semata tetapi pemerintah memiliki tindakan solutif untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, mahalnya harga pupuk bersubsidi di Desa Binuang, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mengeluh. Pasalnya harga pupuk di daerah tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
MS salah satu ketua kelompok tani di Desa Binuang meyebut harga pupuk jenis Ponska dan Urea Rp175 ribu per sak.
“Di desa kami tidak ada distributor, kami harus ke desa sebelah yakni Desa Mattirowalie, disitu ada gudang walau sering tutup karena pemiliknya tinggal di Bilawae. Kami membeli 175 ribu persaknya,” paparnya saat ditemui di area persawahan Desa Binuang, Kamis (12/1/2023).






