ENEWS, Wajo  

Aksi Tak Pantas pada Acara TKCI di Kota Santri Dikritik Warga

Tangkapan layar video viral aksi tak terpuji pada Acara TKCI di Kota Santri, Sengkang. (Ikbal)

ENews, Wajo •• Forum Santri Wajo menyampaikan kekecewaan dan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wajo atas terjadinya insiden yang dinilai tidak pantas dalam gelaran 1 Dekade Anniversary Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) yang berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Pelataran Sallo Mall, Sengkang.

“Kami sangat prihatin. Ini terjadi di Kota Santri, di tengah masyarakat Bugis yang menjunjung tinggi nilai agama, adat, dan kesopanan. Ke mana pengawasan Pemda?” ujar salah seorang perwakilan Forum Santri kepada ENews Indonesia, Ahad 6 Juli 2025.

Berdasarkan rekaman video berdurasi 28 detik, beberapa perempuan sedang asyik bergoyang dengan menggunakan pakaian seksi dan diguyur air dari selang sambil mencuci. Nampak pula seorang lelaki yang sedang bertelanjang dada.

Forum Santri Wajo menilai aksi tidak senonoh dalam suasana acara yang terbuka untuk publik itu telah mencederai daerah yang dijuluki Kota Santri itu.

Lebih lanjut, perwakilan forum santri mengecam keras acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Wajo Andi Rosman itu.

“Insiden ini mencerminkan kelalaian Pemda Wajo dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap acara yang mengatasnamakan komunitas namun tidak mengindahkan etika dan budaya lokal,” katanya kesal.

Atas aksi tersebut Forum Santri Wajo menuntut beberapa hal;

– Pemda Wajo segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik;

– Pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara acara;

– Penguatan regulasi kegiatan publik yang sejalan dengan identitas religius Wajo sebagai Kota Santri.

Acara TKCI sendiri awalnya bertujuan sebagai ajang silaturahmi komunitas otomotif Toyota Kijang se-Indonesia, namun justru berakhir dengan polemik setelah munculnya video yang dinilai mencoreng citra daerah.

Forum Santri Wajo mengajak masyarakat untuk tetap kritis dan aktif dalam menjaga moralitas ruang publik, serta tidak diam terhadap segala bentuk hiburan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan budaya Bugis.

(Andi M Ikbal)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan