Kasus Penikaman di Cina Bone Berujung Maut, Satu Orang Meninggal

Foto: Jenazah Samsul Bahri yang terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone saat disemayamkan di rumah duka. (ENews)
Foto: Jenazah Samsul Bahri yang terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone saat disemayamkan di rumah duka. (ENews)

ENEWS, BONE — Perselisihan rumah tangga di Lingkungan Barang Mamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berujung tragis. Seorang warga tewas setelah terlibat perkelahian dengan pria yang merupakan kerabat istrinya (mertuanya).

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 19 September 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Korban diketahui bernama A. Muh Agus (47), warga setempat. Sementara pria yang terlibat dalam penikaman, Samsul Bahri (38), berprofesi sebagai sopir dan juga merupakan warga Lingkungan Barang Mamase.

banner 728x250

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut keterangan kepolisian, kejadian bermula ketika Samsul Bahri terlibat pertengkaran dengan istrinya. Dalam situasi tersebut, Samsul disebut mengeluarkan ancaman akan membakar rumahnya.

Mendengar hal itu, Agus kemudian berusaha memberikan nasihat agar Samsul tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain.

Namun, nasihat tersebut justru memicu emosi. Samsul kemudian mengambil badik yang terselip di pinggangnya dan menikam Agus pada bagian perut sebelah kanan.

Dalam kondisi terluka, Agus berusaha menyelamatkan diri sekaligus membela diri dengan mengambil sebilah parang. Ia kemudian menebaskan parang ke arah Samsul hingga mengenai bagian kepala.

Istri Samsul yang melihat kejadian tersebut kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Perkelahian itu mengakibatkan kedua pria mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Samsul mengalami sejumlah luka terbuka, antara lain pada bagian atas kepala sekitar tujuh sentimeter dan bagian samping kanan kepala sekitar 15 sentimeter.

Sementara Agus mengalami luka tikam pada bagian perut serta luka pada telapak kaki kiri dan kaki kanan.

Samsul Bahri Meninggal Dunia

Kondisi Samsul kemudian memburuk. Pada Minggu, 20 September 2026, sekitar pukul 09.24 Wita, Samsul dinyatakan meninggal dunia di ruang IGD RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone.

Jenazah Samsul tiba di rumah duka di Lingkungan Barang Mamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, sekitar pukul 10.30 Wita.

Jenazah selanjutnya direncanakan dimakamkan sekitar pukul 15.30 Wita di TPU Cippo, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.

Perselisihan Rumah Tangga Jangan Berujung Kekerasan

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan rumah tangga yang awalnya bersifat pribadi dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih luas ketika emosi tidak terkendali.

Ancaman membakar rumah, membawa senjata tajam, hingga melakukan kekerasan fisik dapat memperbesar risiko jatuhnya korban. Dalam situasi pertengkaran, langkah yang lebih aman adalah menjauh dari sumber konflik, tidak membawa atau menggunakan senjata, serta meminta bantuan keluarga, tokoh masyarakat, atau aparat apabila situasi mulai mengarah pada kekerasan.

Nasihat dari orang lain juga sebaiknya disampaikan ketika kondisi sudah memungkinkan untuk berdialog. Ketika emosi sedang memuncak, upaya meredakan keadaan dan menjaga jarak dapat menjadi langkah penting untuk mencegah pertengkaran berkembang menjadi tindakan yang tidak dapat ditarik kembali.

Dalam kasus di Tanete ini, perselisihan yang bermula dari pertengkaran rumah tangga akhirnya menyebabkan dua orang terluka dan satu orang meninggal dunia. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan