Wajo  

DLH Wajo Pasang Biopori dan Bak Botol Plastik

Ketgam: Petugas DLH Kabupaten Wajo saat memasang lubang biopori di area taman kantor DLH, sebagai bagian dari program pengelolaan sampah organik berbasis sumber. (Ikbal)
Ketgam: Petugas DLH Kabupaten Wajo saat memasang lubang biopori di area taman kantor DLH, sebagai bagian dari program pengelolaan sampah organik berbasis sumber. (Ikbal)

ENEWS, WAJO ••》Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo memasang biopori dan menyediakan tempat penampungan botol plastik di lingkungan kantornya sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis sumber, Ahad (2/8/2026).

Kepala DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., mengatakan biopori digunakan untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan menjadi kompos, sementara botol plastik dipilah khusus agar lebih mudah didaur ulang. Langkah ini diharapkan menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Setiap kantor diharapkan memiliki biopori untuk mengolah sampah makanan dan sampah dapur, serta menyediakan tempat khusus untuk botol plastik,” kata Andi.

Ia menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada proses di TPA, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku memilah sampah sejak awal, baik oleh masyarakat maupun instansi pemerintah.

DLH Wajo mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menerapkan pola serupa di lingkungan kerja masing-masing.

Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan PISOTA (Pilah Sampah, Olah Sampah, Tanami Pekarangan) yang digencarkan di Kabupaten Wajo untuk mewujudkan kawasan perkantoran yang bersih dan hijau.





Penulis: Andi Ikbal

Tinggalkan Balasan