Final Piala Dunia 2026 Memanas, Nobar di Bone Berubah Jadi “Laga Tambahan”

Ketgam: Suasana nobar final Piala Dunia 2026 di salah satu kafe di Kabupaten Bone mendadak ricuh setelah dua kelompok pengunjung terlibat adu mulut hingga nyaris baku hantam, Senin (20/7/2026) dini hari. Video kejadian tersebut viral di media sosial.
Ketgam: Suasana nobar final Piala Dunia 2026 di salah satu kafe di Kabupaten Bone mendadak ricuh setelah dua kelompok pengunjung terlibat adu mulut hingga nyaris baku hantam, Senin (20/7/2026) dini hari. Video kejadian tersebut viral di media sosial.

ENEWS, BONE ••》Final Piala Dunia 2026 tak hanya menyuguhkan duel sengit di lapangan hijau, tetapi juga menghadirkan “babak tambahan” yang tak masuk dalam jadwal pertandingan. Kali ini bukan di stadion, melainkan di sebuah kafe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Saat jutaan pasang mata di berbagai penjuru dunia terpaku menyaksikan partai puncak antara Timnas Argentina dan Timnas Spanyol pada Senin (20/7/2026) dini hari, suasana nobar di salah satu kafe di Bone mendadak berubah ricuh.



Sebuah video yang kemudian viral di media sosial memperlihatkan dua kelompok perempuan terlibat adu mulut hingga saling melempar benda di tengah ramainya pengunjung yang sedang menikmati pertandingan.

Dalam rekaman itu, dua perempuan yang mengenakan jersey Argentina dan Spanyol tampak berhadapan dengan dua perempuan lain yang mengenakan kaus hitam.

Suara sorak penonton yang semula terdengar mendukung tim favorit seketika berganti menjadi teriakan untuk melerai keributan. Sejumlah pengunjung bahkan tampak ikut “meramaikan suasana”, ada yang berteriak, ada pula yang melempar tisu ke arah kerumunan.

Beruntung, pertikaian tersebut berhasil dilerai sebelum berubah menjadi baku hantam.

Informasi yang dihimpun ENews Indonesia, keributan itu diduga dipicu persoalan sepele.

Salah seorang dari salah satu kelompok disebut menyiram air ke udara hingga mengenai pengunjung lain yang sedang serius menyaksikan pertandingan. Insiden itu memicu kesalahpahaman dan berujung saling emosi.

“Ada yang menyiram air, terus kena pengunjung lain. Dari situ mulai ribut,” ujar seorang pengunjung yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Video berdurasi singkat itu pun cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan mengundang beragam komentar warganet.

Sebagian menyayangkan keributan yang terjadi saat acara nobar, sementara yang lain menanggapinya dengan candaan.
Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan berbunyi, “Mungkin mereka lagi datang bulan.”

Komentar tersebut merupakan opini warganet dan tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Terlepas dari insiden tersebut, kejadian ini menjadi pengingat bahwa semangat mendukung tim favorit seharusnya tetap dibarengi sikap saling menghormati. Sebab, dalam sepak bola, rivalitas idealnya cukup berlangsung selama 90 menit di atas lapangan, bukan berlanjut di area nobar.





Tinggalkan Balasan