ENEWS, BONE ••》PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan Dermaga 2 Pelabuhan Bajoe tidak dapat digunakan sebagai alternatif operasional selama proses rehabilitasi berlangsung.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan peninjauan langsung bersama masyarakat setempat.
“Kami bersama masyarakat sekitar telah turun langsung meninjau lokasi dan memang tidak layak untuk pengoperasian. Masyarakat juga melihat langsung kondisi tersebut,” ujarnya saat kegiatan media gathering di Kantor ASDP Bajoe, Selasa (28/4/2026).
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Bajoe Bersatu dalam aksi unjuk rasa pada 30 Maret 2026 mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta evaluasi kebijakan penutupan total, pengoperasian Dermaga 2 sebagai alternatif, serta penundaan pekerjaan sebelum ada kepastian dermaga cadangan.
Namun, hasil peninjauan menunjukkan Dermaga 2 tidak memenuhi syarat teknis untuk menunjang aktivitas penyeberangan selama rehabilitasi dermaga utama.
Sebagai solusi, ASDP akan mengalihkan sementara operasional Pelabuhan Bajoe ke Pelabuhan Siwa selama masa pekerjaan yang diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan.
Eksekutif Director ASDP Regional IV, Samsuddin, menjelaskan rehabilitasi dilakukan karena kapasitas dermaga saat ini sudah tidak lagi memadai.
“Daya tahan sebelumnya sekitar 30 ton, dan akan ditingkatkan menjadi 50 ton, menyesuaikan dengan peningkatan kendaraan saat ini,” jelasnya.
ASDP menegaskan penutupan ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari peningkatan layanan jangka panjang bagi pengguna jasa, seiring perkembangan wilayah Kabupaten Bone. (Red)






