ENEWS, MAKASSAR ••》Seorang perempuan berinisial HA (21) meninggal dunia usai mengalami luka bakar serius di depan tempat kerjanya, Alyssum Laundry, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada 22 Februari 2026.
Peristiwa itu menggegerkan warga setelah terdengar teriakan korban sebelum api berhasil dipadamkan.
Sejumlah saksi menyebut pacar korban, AG, berada di lokasi saat kejadian. Keterangan saksi menyebut AG sempat terlihat duduk sebelum panik ketika korban berteriak kesakitan. Polisi kini mendalami keterangan tersebut.
Korban sempat dilarikan ke RS Hermina dan dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo pada 23 Februari 2026 karena luka bakar serius. Namun, korban meninggal dunia dalam perawatan.
Keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Makassar pada 25 Februari 2026. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani autopsi. Hingga kini, hasil resmi pemeriksaan dokter forensik masih menunggu.
Kuasa hukum keluarga korban, Sandy, S.H., menyampaikan adanya informasi awal yang mengarah pada dugaan korban tengah hamil sebelum kejadian.
Namun, pihaknya menegaskan masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan kedokteran forensik.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Kami menunggu hasil resmi dari dokpol,” ujarnya, Kamis (27/2/2026).
Pada 27 Februari 2026, kuasa hukum AG menghubungi kuasa hukum keluarga untuk memberikan klarifikasi.
Disebutkan, hubungan HA dan AG telah berlangsung cukup lama, sempat berpisah pada September 2025 dan kembali menjalin hubungan.
Kuasa hukum AG menyampaikan kliennya awalnya membantah kemungkinan kehamilan dengan alasan menggunakan alat kontrasepsi.
Namun, belakangan muncul percakapan elektronik yang membahas soal tersebut. AG juga disebut mengakui pernah menjalin hubungan intim dengan korban selama kurang lebih satu tahun terakhir, terakhir pada 15 Februari 2026.
Pihak keluarga telah menyerahkan ponsel korban kepada penyidik untuk kepentingan penyelidikan.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang, antara lain pisau dapur, botol berisi bahan bakar, korek gas, dan sarung tangan.
Seluruh barang tersebut telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian publik. Polisi masih mendalami motif, kronologi lengkap, serta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian dan perkembangan penyidikan.
(Angki Perdana)






