ENEWS, BONE •• Salah seorang pemuda Kecamatan Salomekko, Khaerullah mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas tindak pidana pencurian ternak ayam yang akhir-akhir ini meresahkan warga.
Alumni Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia-Bone (Kepmi Bone) Taro Ada Taro Gau ini menduga ada penadah di balik puluhan hasil ayam curian tersebut.
“Bukan hanya satu atau dua ayam, tapi puluhan, jelas itu sangat merugikan. Polisi harus tangkap penadahnya ini. Mungkin mereka punya jaringan,” tegas pria yang akrab disapa Bang Jack ini saat dikonfirmasi ENews Indonesia, Rabu (14/5/2025).
Hal senada juga disampaikan, aktivis Salomekko lainnya, Muhammad Adli. Ia turut mendesak polisi mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akarnya.
“Hal ini sangat meresahkan masyarakat di Salomekko. Polisi harus mengusut tuntas sampai ke akarnya,” tegas Mantan Ketua Umum Kepmi Bone Taro Ada Taro Gau ini.
“Bayangkan! Masyarakat dengan susah payah membesarkan ayamnya itu bukan biaya kecil, jadi kasus ini harus ada efek jera agar pelaku-pelaku di luar sana tidak lagi melakukan hal yang serupa,” tambah aktivis Bone Selatan ini.
Sebelumnya diwartakan, warga Kampung Batulotong, Lingkungan Timpalaja, Kelurahan Pancaitana, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) resah dengan aksi pencurian ayam yang kerap terjadi di wilayahnya.
“Kurang lebih 60 ekor mi ndi (adik. Red) ayam saya dicuri,” kata salah seorang korban, Alimuddin kepada ENews Indonesia, Selasa (13/5/2025).
Sementara, Kapolsek Salomekko AKP Darfin Tahir mengaku telah mengamankan terduga pelaku pencuri ayam tersebut beserta beberapa barang bukti.
“Insya Allah kami akan bertindak profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ucapnya.
#Redaksi






