ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR ▪︎ Salah satu keseruan di bulan Ramadhan yakni berburu takjil. Diketahui, takjil merupakan istilah umum untuk kudapan yang dimakan saat berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang, sup buah, es campur, dan lain sebagainya.
Namun, dari berbagai aneka makanan tersebut, perlu juga diperhatikan aspek kebersihan dan keamanan takjil yang dijual para pedagang agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit-penyakit yang berbahaya.
Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) Dinas Kesehatan rencananya akan turun tangan untuk melakukan pemeriksaan takjil.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, menjelaskan bahwa tim dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah disiapkan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi-lokasi pedagang takjil yang ramai.
“Tim sudah siap. Kami akan melakukan pengecekan di sejumlah lokasi yang menjadi tempat berjualan takjil. Hal ini kami lakukan untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dan sehat,” ungkapnya kepada awak media pada Jumat (15/3/2024) lalu.
Dikatakannya, pihaknya akan mengambil sampel dari takjil yang dijual untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah Sinjai.
“Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa takjil yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna rhodamine B yang dapat membahayakan kesehatan konsumen,” jelasnya.
Sedangkan, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) Dinas Kesehatan setempat mengaku belum memiliki jadwal terkai hal itu.
“Sejauh ini belum ada jadwal untuk pemeriksaan sampel makanan yang dijual sebagai takjil,” kata Sekretaris Dinkes Bone, drg Yusuf Tolo kepada Enewsindonesia.com, Sabtu (16/3/2024) melalui pesan singkat.
Dengan pernyataan tersebut, salah seorang warga Kabupaten Bone yang sering berburu takjil, Mayang berharap takjil yang dijual oleh pedagang aman-aman saja.
“Harusnya sih, Dinkes harus turun dong, kita ngga tahu apa kandungan yang dijual di sana. Semoga baik-baik saja,” imbuhnya kepada Enewsindonesia.com, Ahad (17/3/2024).






