ENEWS, JAKARTA ••》Alumni Pesantren Modern Al-Ikhlas Lampoko, Campalagian, Polewali Mandar (Polman), Yusril Anam resmi dipercaya memimpin Cabang Istimewa Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) di Turki.
Pelantikan Yusril dilakukan secara hibrid oleh Ketua KKMSB, Dr. Zein, di Kantor Badan Penghubung Sulawesi Barat di Jakarta pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KKMSB, Isra D Pramulya.
Pelantikan ini menjadi simbol menguatnya peran diaspora Mandar dalam membangun jejaring global sekaligus menjaga identitas daerah di perantauan.
Dalam sambutannya, Zein menekankan pentingnya pendataan warga Sulawesi Barat yang berada di Turki. Menurutnya, keberadaan organisasi seperti KKMSB cabang luar negeri dapat menjadi jembatan komunikasi antarperantau asal Sulbar.
“Melalui kepengurusan ini, kita berharap warga Sulbar di Turki dapat terdata dengan baik sehingga komunikasi dan kolaborasi dapat terbangun lebih kuat,” ujarnya.
Turki dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu destinasi pendidikan yang diminati mahasiswa Indonesia, termasuk dari Sulawesi Barat.
Sementara itu, penanggung jawab pembentukan Cabang Istimewa KKMSB luar negeri, Muhammad Solihin, menyebut peran santri sangat penting dalam menggerakkan diaspora Sulbar di kancah internasional.
Menurutnya, mahasiswa dan santri yang menempuh pendidikan di luar negeri tidak hanya mencari ilmu, tetapi juga membangun masa depan daerah melalui jaringan pengetahuan dan pengalaman global.
“Santri memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak diaspora Sulbar, khususnya di Timur Tengah dan Eropa,” kata Solihin kepada Enewsindonesia.com, Sabtu (7/3/2026).
Ia berharap para mahasiswa Sulawesi Barat yang belajar di luar negeri dapat kembali dengan perspektif global, keterampilan baru, serta jaringan internasional yang mendorong kemajuan daerah.
Terpilihnya Yusril Anam sebagai Ketua KKMSB Cabang Istimewa Turki diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kebersamaan warga Mandar di luar negeri sekaligus membuka peluang kontribusi bagi pembangunan Sulawesi Barat. (Hasbi Waluyo)






