Wabup Sikka Paparkan 9 Kerawanan Pemilu 2024 Mendatang

Foto: Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga.

ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga memaparkan potensi kerawanan pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Romanus Woga yang akrab disapa Romi itu memaparkan itu pada Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sikka yang berlangsung di ruang rapat Bupati Sikka, yang dipimpin langsung Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (07/02/2023).

banner 728x250

Lebih lanjut, Wakil Bupati Romi yang juga mantan Wakil Ketua Credit Union tingkat Asia itu menggambarkan potensi kerawanan pada pesta Demokrasi 2024 diantaranya;

Pertama: Kegiatan politik praktis, politik identitas dan politik agama;

Kedua: Kampanye terselubung yang dilaksanakan baik itu perorangan (individu) dan kelompok/golongan tertentu sebelum adanya keputusan yang sah dari pihak KPU dan Bawaslu;

Ketiga: Kegiatan politik uang (Money Politic) serta sistem politik barang oleh pihak-pihak tertentu dengan politik etis (balas budi);

Keempat: Politik berbasis perang cyber digital melalui beragam media sosial (Medsos) yang mulai marak di Kabupaten Sikka dengan menjagokan masing- masing partai serta figur (tokoh politik) dengan memainkan isu dan latar belakang suku, agama, ras dan golongan;

Kelima: Adanya kesalahan data dan prosedur dalam pelaksanaan Pemilu antara jumlah Pemilih dan DPT yang tidak sesuai;

Keenam: Penyebaran spanduk, baliho, dan panflet terhadap figur calon tanpa sepengaetahuan KPU dan Bawaslu. Selain itu juga penyebaran dengan memainkan isu agama (sarah), suku, ras dan golongan yang dapat menimbulkan konflik horizontal;

Ketujuh: Pelanggaran kode etik dalam pelaksanaan pemilu;

Kedelapan: Politik propaganda yang dapat menimbulkan konflik, kerusuhan, serta anarkis antara massa pendukung baik dari calon dan partai politik masing-masing guna menggagalkan pelaksanan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 terhadap penetapan hasil Pemilu, Verifikasi, dan Rapat Pleno;

Kesembilan: Netralitas baik itu ASN dan TNI/Polri dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024.

“Inilah beberapa hal yang menjadi potensi kerawanan Pemilu dan Pilkada serentak Tahun 2024 di Kabupaten Sikka,” imbuh Wabup.

Kegitan tersebut juga dihadiri oleh Ketua FKUB Kabupaten Sikka, yang juga Vikjen Keuskupan Maumere, RD. Teleforus Djenti, O.Carm bersama anggota FKUB Kabupaten Sikka, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Sikka, Drs. Ekon. Bernadus Ratu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sikka, Servas Sewar dan undangan lainnya. (*)

Faidin





Tinggalkan Balasan