ENEWS, BONE •• Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin akhirnya menemui massa pengunjuk rasa penolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB – P2) sekira pukul 19.51 Wita malam, Kamis (14/8/2025).
“Saya pastikan tidak ada kenaikan PBB-P2, jangan terprovokasi, yang ada hanya kenaikan nilai jual objek pajak (NJOP) yang tentunya ada penyesuaian kenaikan,” jelas Andi Akmal di hadapan massa aksi disambut teriakan suara sumbang para pengunjuk rasa.
Lebih lanjut Andi Akmal menyampaikan, Kenaikan hingga 300% itu tidak ada. Itu hoax.
“Kenaikan NJOP ini merupakan saran dari KPK, BPN terkait zona nilai tanah (ZNT),” jelasnya.
“Kita mempunyai utang Rp300 miliar warisan pemerintah sebelumny. Kita saat ini defisit anggaran,” lanjutnya.
Salah satu massa aksi, Rafli menanggapi pernyataan tersebut. Menurutnya, apa pun bahasanya, yang paling inti, ada kenaikan pajak yang dirasakan masyarakat hingga menimbulkan polemik dan keresahan.
“Kasihan masyarakat. Tanpa kajian mendalam bahkan tanpa sosialisai. Apakah begini cara Pemda Bone menentukan kebijakan,” ujar Rafli.
Rafli mengapresiasi Pemda Bone yang berusaha merahabilitasi akses jalan. Tapi, ia menilai, Pemda Bone di bawah kepimpinan Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin tak tahu menibgkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Langsung-langsung saja pajaki rakyat. Ini tidak sesuai dengan janji kampanyenya,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah organisasi kepemudaan di Kabupaten Bone menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di depan Kantor Bupati Bone, Kamis (14/8/2025).
“Bupati dan Wakil Bupati Bone pernah menyebut saat mencalonkan diri, bahwa tidak anti kritik, siap dikritik. Nyatanya, sekian lama digelar aksi demonstrasi di Bone, Bupati Bone dan Wakil Bupati Bone tak pernah terlihat batang hidungnya. Sibuj dengan kegiatan seremonial,” teriak Rafli, salah seorang orator menggunakan pengeras suara.
Menurutnya, kenaikan PBB P2 menunjukkan ketidakberpihakan Bupati dan Wakil Bupati Bone kepada masyarakat.
“Belum 1 tahun memimpin, Bupati dan Wabupnya senang memajaki rakyatnya, senang mencekik rakyatnya. Lebih senang bernyanyi, berjoget di Tiktok. Menggelar kegiatan-kegiatan yang tak ada urgensinya untuk kemaslahatan rakyat,” cetusnya.
“Di live Tiktok Wabup Bone Andi Akmal, ketika ditanya terkait kenaikan PBB P2, malah melempar ke bawahannya. Begitukah bentuk seorang Wabup?” Sambungnya.
Orator lainnya, Alif menekankan janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bone.
“Bupati Bone tidak berkualitas, lebih senang joget-joget. Kali ini kami ingin Bupati Bone Andi Asman Sulaiman hadir di hadapan kami,” tegas Alif.
“Apa yang dikerja Bupati Bone? Hanya memperluas dan memperkuat jaringan kekuasaanya di pusat. Tak pernah memikirkan rakyatnya. Hanya bisa datang bawa artis,” tandasnya.
Berikut 3 tuntutan para pengunjuk rasa;
– Tolak Kenaikan PBB P2
– Evaluasi Retail Modern
– Nasib Bola Soba






