Tradisi Angkat Rumah di Suku Bugis yang Masih Terjaga

Foto: Warga Desa Cinennung, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulsel bergotong royong mengangkat rumah. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM – Dikutip dari museum.maroskab.go.id, bagi masyarakat Suku Bugis, rumah merupakan tanah ibu pertiwi sekaligus warisan yang harus dijaga. Meski terdengar tidak mungkin, mengangkat rumah nyatanya masih dilestarikan hingga sekarang.

Baca: 

banner 728x250

Tak seperti rumah pada umumnya, rumah masyarakat Suku Bugis terbuat dari kayu yang berbentuk panggung.

Itulah sebabnya tradisi yang terdengar tidak mungkin ini menjadi mungkin bagi masyarakat sekitar.

Seperti yang dilakukan warga Desa Cinennung, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan selepas sholat Jum’at tadi, (5/5/2023).

Terpantau, sebelum kegiatan gotong royong Marakka Bola (mengangkat rumah. Red) tersebut, Imam Dusun, Samsul mengumumkan di masjid terkait adanya rumah salah satu warga yang akan diangkat.

Lalu kemudian warga berbondong-bondong ke lokasi untuk Marakka Bola. Terlihat di setiap tiang-tiang rumah telah dipasangi bambu yang telah diikatkan ke tiang rumah agar memudahkan warga untuk mengangkat rumah tersebut.

Foto: terlihat bambu yang diikatkan ke tiang rumah memudahkan warga untuk mengangkat. (Dok. Enews)

Salah satu warga memberikan komando lalu rumah pun diangkat secara bersama-sama.

Foto: salah satu warga memberikan komando. (Dok. Enews)

“Tak ada yang berat bila dikerjakan bersama-sama. Ini sudah menjadi tradisi turun temurun,” ungkap Sakkir salah satu warga yang ikut mengangkat rumah tersebut.

Warga yang dilibatkan untuk mengangkat rumah ini jumlahnya bisa puluhan bahkan mencapai ratusan, tergantung dari besar rumah yang akan dipindahkan atau diangkat.

Para perempuan terdiri dari ibu-ibu dan remaja memepersiapkan komsumsi bagi warga yang Marakka Bola.

(Mimienk Lee)





Tinggalkan Balasan