ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Semarak puncak peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke- 693 ditutup dengan pelaksanaan Mattompang Arajang yang kali ini digelar secara terbuka yang berlangsung semarak menampilkan Tari Kolosal Bola Soba hingga Mattompang Arajang.
Tak ingin ketinggalan, Walikota Bontang, Basri Rase yang turut hadir dalam perhelatan ini juga memberikan kejutan dengan menghadirkan Tarian Kombinasi Kreasi dan Kontemporer Suku Dayak berjudul Uba Ingahana.
Tarian tersebut dibawakan oleh Sanggar Tari Sekar Arum Bontang yang mewakili Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur dalam perhelatan tersebut.
Uba Ingahana diartikan sebagai cinta terlarang. Salah satu penari yang dikonfirmasi Enewsindonesia.com, Gunawan Setiawan menjelaskan isi dalam Tarian Kombinasi dan Kontemporer tersebut.
“Jadi ceritanya, dua orang bangsawan Suku Dayak yang mencintai satu wanita yang sama. salah satu lelaki itu merupakan teman masa kecil sang wanita tersebut,” jelas Gunawan.
“Kemudian sang bangsawan yang satu lagi tidak terima dengan keadaan tersebut hingga menggunakan beribu cara salah satu dengan ilmu gaib yang berujung salah sasaran kepada wanita yang diperebutkan padahal maksudnya ilmu gaib itu ditujukan untuk pria. kemudian berujung pada penyesalan,” sambung Gunawan.
Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, untuk penari sendiri berasal dari berbagai macam daerah.
“Saya sendiri dari sulawesi daerah Pangkep. Sanggar Tari Sekar Arum itu sendiri juga memiliki beragam tarian-tarian salah satunya yang sudah kami bawakan untuk perayaan Hari Jadi Bone,” ujarnya.
Gunawan menambahkan beragam tarian dari berbagai tarian nusantara ada di sanggar tersebut.
“Intinya sanggar kami memiliki konsep tari Nusantara. Jadi sebenarnya bukan cuma Dayak saja. ada berbagai macam tarian dari Sabang sampai Merauke yang kami garap di sanggar kami,” pungkasnya. (Mimienk Lee)






