ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Pembangunan rumah adat Bola Soba di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang menelan anggaran 20 Miliar berlokasi di Kelurahan Watangpalakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat dipastikan terwujud tahu ini.
Salah satu Warga Watangpalakka, Buyung mewakili sekelompok masyarakat setempat yang menamakan dirinya Aliansi Warga Watangpalakka mengapresiasi dan mendukung terwujudnya pembangunan rumah adat Bola Soba tersebut.
Meski begitu, Buyung mewakili masyarakat setempat mengajukan permintaan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Bone bahwa ada satu titik di lokasi tersebut merupakan situs sejarah yang harus di beri tanda.
“Ini adalah situs tanda lubang Akkaliring jaman kerajaan dulu dan mudah-mudahan misalkan rumah terbangun di situ kita sisakan satu lubang itu atau tanda itu sebagai history/sejarah bahwa memang pernah ada rumah kerajaan Palakka dahulu pada jaman Latenritatta dan itu dihuni sampai 7 generasi sebelum latenritatta di lokasi itu sudah dihuni 7 turunan atau 7 kerajaan raja itu,” terang Buyung saat ditemui di kantor Dinas BMCKTR Bone, Senin (17/4/2023).
Buyung menambahkan, lubang Akkaliring tersebut tidak diratakan, tapi diberi tanda karena hal tersebut tinggi akan nilai-nilai budaya
“Cuma minta dijaga situs di situ. Kalau bisa disisakan satu, kebetulan itu pusatnya rumah kerjaaan dulu atau posinya bolae,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DBMCKTR) Kabupaten Bone, Askar menanggapi bahwa hal tersebut akan mengkomunikasikan hal tersebut bersama Dinas Kebudayaan.
“Karena begitukan, Dinas Kebudayaan punya, saya posisinya sebagai membangun. Adapun situs-situs seperti itu bisa dibicarakan dengan kebudayaan,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/4/2023).
Askar juga berharap, Aliansi Warga Watangpalakka untuk sama-sama menjelaskan ke pihak Dinas Kebudayaan tentang pentingnya situs tersebut agar biasa dilestarikan secara bersama-sama. (Mimienk Lee)






