Siberkreasi dan Kementrian Kominfo Gelar Webinar Ekonomi Digital

  • Bagikan

JAKARTA, ENEWSINDONESIA.COM – Hari Kamis pada tanggal 3 Juni 2021, Siberkreasi mengadakan diskusi online pada Zoom meeting dan disiarkan melalui live streaming di Channel YouTube, LiveNex dan Facebook Siberkreasi dengan topik ‘Digital Economy: Nyaman Bertransaksi dengan E-Payment’.

Diskusi online kali ini menghadirkan tiga narasumber dan dimoderatori oleh Laras Tahira dan Aldo Kareem, keduanya adalah anggota Siberkreasi. Narasumber pertama, Ricky Satria selaku Deputi Direktur Koor.

Kelompok Pengembang Inovasi Teknologi Bank Indonesia. Narasumber kedua, Hana Abriyansyah selaku Vice President Information Security Gojek. Narasumber ketiga, Ndan Masbon Usari selaku Owner Lion Parcel Otista 3 dan Kebab Turki Babarafi Otista 3.

Webinar dibuka dengan pembahasan singkat terkait perkembangan transaksi jual-beli yang lebih efektif dan praktis melalui E-Wallet yang diklaim dapat memberikan efek positif terhadap kehidupan manusia terlepas dari pro dan kontra atas adaptasi teknologi yang ada.

Adapun keuntungan E-Wallet yang menjadi paparan awal adalah pengguna terhindar dari uang palsu, dapat bertransaksi lebih cepat dan efektif, terhindar dari penyebaran virus, praktis dan memiliki riwayat transaksi yang lengkap.

Selain keuntungan, E-Wallet juga dipercayai memiliki beberapa kekurangan, diantaranya kurangnya merchant yang melayani transaksi digital, terdapat biaya transaksi dan kemudahan yang diberikan dapat meningkatkan kebiasaan konsumtif para pengguna.

Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan para narasumber yang membahas secara langsung perkembangan E-Payment, berbagai bentuk pembayaran yang dapat dilakukan dan langkah-langkah baik dalam bertransaksi melalui E-Wallet.

Pemaparan pertama oleh Ricky Satria tentang perkembangan E-Payment di Indonesia yang menjadi salah satu dari kebiasaan baru dan marak di tengah pandemi COVID-19 karena dapat menjauhkan pengguna dari kontak fisik secara langsung saat bertransaksi tunai, sehingga menyebabkan resiko penyebaran virus berkurang.

Ricky Satria juga menjelaskan bahwa inovasi terbaru yang dikembangkan adalah teknologi QRIS yang dipercayai cocok dengan protokol kesehatan pandemi COVID-19 dimana sudah terdapat 63 penyelenggara baik bank maupun non-bank, dengan jumlah merchant yang sudah tersedia sebanyak 7,2 juta seluruh Indonesia di 34 provinsi, 480 kota dan kabupaten, yang dilanjutkan dengan informasi target di tahun 2021 adalah untuk mencapai 12 juta merchant.

Ricky menginformasikan bahwa hingga saat ini, 85% pelaku penyelenggaraan transaksi melalui QRIS adalah UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang dahulu terbiasa tunai, kini dapat melakukan transaksi dan penjualan yang lebih efektif dikarenakan langsung tercatat secara menyeluruh.

Pemaparan kedua oleh Hana Abriyansyah yang menjelaskan bagaimana Gojek mensosialisasikan kemudahan E-Payment terhadap pengguna yang berpegang teguh pada 2 pilar, yaitu teknologi dan edukasi.

Yang pertama adalah teknologi, dimana Gojek mengimplementasikan security control agar transaksi setiap pengguna atau merchant lebih aman.

Dilanjutkan dengan pilar ke-dua yaitu edukasi yang secara komprehensif memberikan sosialisasi bagi para pengguna dimulai dari melakukan kampanye yang aktif mensosialisasikan cara pakai aplikasi Gojek atau GoBiz, fitur GoPay sehingga transaksi menjadi lebih mudah dan aman.

Terkhususnya untuk GoBiz, salah satu sub-produk yang diluncurkan Gojek sedang marak digunakan, terlebih di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Pada aplikasi GoBiz, terdapat modul khusus edukasi yang memudahkan merchant untuk mengetahui cara pakai aplikasi dan fitur untuk mendukung bisnis kecil yang dilakukan, juga blog yang aktif memberikan informasi terkini agar merchant lebih akrab dengan aplikasi dan fitur-fitur yang ada, rutin mengirimkan newsletter guna mempromosikan fitur baru, best practice atau tips dan trik yang memudahkan pengguna.

Kerjasama dengan komunitas untuk melakukan sosialisasi secara online dan rutin melakukan merchant visit guna mengetahui perspektif dari pengguna secara langsung untuk dapat mencari jalan keluar bagi setiap kesulitan sekaligus mengedukasi di tempat tentang praktek yang dapat mendukung kesuksesan bisnis para merchant melalui aplikasi GoBiz maupun Gojek.

Pemaparan ketiga oleh Ndan Masbon Usari selaku pelaku UMKM yang menceritakan tentang manfaat dari perkembangan E-Payment bagi bisnisnya. Adanya teknologi QRIS memudahkan para merchant dan pelanggan dalam bertransaksi dengan hanya melalui 1 kode QR untuk semua E-Wallet yang dimiliki.

Sebagai pelaku bisnis makanan, adanya fitur pengaturan promo mandiri pada sub-produk GoFood oleh Gojek juga memberi banyak keuntungan, salah satunya adalah untuk mendapatkan pelanggan dari berbagai daerah di luar radius merchant terdekat. Selain itu, dengan adanya E-Payment, Ndan juga menyetujui pernyataan Ricky Satria tentang kemudahan dalam proses pembukuan transaksi agar menjadi lebih rapi dan efektif.

Pada akhirnya, ketiga narasumber setuju bahwa cara yang paling tepat melakukan E-Payment dengan bijak adalah dengan rutin membuat anggaran belanja, memastikan bahwa Anda menggunakan aplikasi yang berizin, mengikuti SOP yang ada, memprioritaskan kebenaran data dan nama merchant saat melakukan transaksi, menghubungi call center jika terjadi sebuah isu dan juga berani mencoba manfaat teknologi dan inovasi yang ada demi mewujudkan kehidupan sehari-hari yang lebih mudah dan efektif.

Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai dengan selesai acara. Webinar selengkapnya dapat disimak di YouTube Siberkreasi pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=h1Bej5jHjuc, dan Facebook Siberkreasi https://www.facebook.com/siberkreasi

Informasi mengenai kegiatan webinar edukatif seputar generasi digital Siberkreasi berikutnya dapat dipantau di Instagram @siberkreasi. /KAMBEL

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *