Pemilu  

SDK-JSM Komitmen Lestarikan Budaya Mandar dalam Kurikulum Pendidikan

Foto: Suhardi Duka (Kiri) Jendral Salim S Mengga (Kanan) saat gelar debat ketiga di Gedung Assamalewauang Majene. | Dok. Enews

ENEWS MAJENE — Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka-Jenderal Salim D. Singkat (SDK-JSM), menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan memajukan budaya lokal Mandar melalui integrasi nilai-nilai budaya seperti Sandeq dan Sutera Mandar dalam kurikulum pendidikan.

Hal itu disampaikan SDK-JSM saat menghadapi debat ketiga yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar di Gedung Assamalewuang Majene, Rabu (20/11/2024) malam.



SDK-JSM memandang budaya lokal sebagai pondasi penting dalam membangun identitas generasi muda. Filosofi Sandeq, yang melambangkan keberanian, ketangguhan, dan solidaritas, akan diajarkan dalam pendidikan karakter di sekolah.

Selain itu, SDK-JSM juga akan diperkenalkan  keterampilan menenun kain sutera Mandar  sebagai bagian dari pelajaran seni budaya, membuka peluang ekonomi kreatif sejak dini.

“Anak-anak kita harus tumbuh dengan kebanggaan sebagai bagian dari tanah Mandar. Nilai-nilai yang diwariskan pasandeq adalah inspirasi untuk keberanian dan inovasi di masa depan,” ujar Suhardi Duka.

SDK-JSM juga berencana menghidupkan kembali industri sutera lokal melalui pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda dan keluarga pengrajin.

Selain itu, program “Keluarga Mandar Hebat” akan dirancang untuk menciptakan kebanggaan dan penghargaan bagi keluarga pasandeq sebagai penjaga tradisi budaya.

Pasangan ini optimis, langkah strategis ini tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga menjadikannya sebagai motor pembangunan ekonomi dan sosial di Sulawesi Barat. “Sulbar Bangga, Mandar Berjaya.”