Respon Apotek di Bone Terkait Penghentian Sementara Penjualan Obat Sirup

Foto: salah satu obat sirup masih di pajang di lemari jualan salah satu apotek di Jalan Langsat Bone (pict by Mimin)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Kementerian Kesehatan RI telah mengelurakan surat edaran terkait penghentian sementara obat cair atau sirup.

Diketahui, obat sirup yang mengandung Etilen Glikol diindikasikan memicu terjadinya gagal ginjal akut pada anak, kendati hingga kini masih dalam pendalaman.

banner 728x250

Etilen Glikol merupakan bagian dari pengencer dan yang sedang ditelusuri terkait kasus gangguan ginjal akut misterius bukanlah bahan obat parasetamolnya, melainkan komponen pembentuk sirup dalam obat tersebut.

Karena itu, untuk kehati-hatian, sementara ini agar tidak digunakan lebih dahulu dan dilarang untuk diperjual belikan.

Bukan hanya obat cair dengan kandungan parasetamol yang diimbau untuk dihentikan penggunaannya, melainkan seluruh obat berbentuk cair atau sirup.

“Sesuai dengan arahan yang dilakukan Jenderal Pelayanan Kesehatan, semua obat sirup atau obat cair. Saya ulangi, semua obat sirup atau obat cair. Bukan hanya parasetamol,” tegas juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022).

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, DRG. Yusuf mengaku pihaknya sementara mensosialisasikan penghentian sementara obat-obatan tersebut.

“Kita sementara sosialisasikan surat dari Kemenkes yang kami terima terkait perihal penyakit ginjal akut tersebut kepada apotek, fayankes dan tenaga kesehatan melalu saluran informasi yang ada,” ujarnya melalui sambungan telpon seluler, Kamis (20/10/2022).

Sementara, salah satu petugas apotek di Jalan Langsat, kota Watampone, Risma menyebut dalam 3 hari terakhir ini apotek tempat dia bekerja menghentikan penjualan obat berjenis sirup tersebut.

Tapi, kata Risma, dalam kurun waktu 3 hari tersebut, pelanggan yang mencari obat sirup terbilang masih banyak.

“Sudah 3 hari ini kami tidak jual, tapi masih ada pelanggan yang mencari obat seperti itu dan bahkan terkesan memohon untuk bisa mendapatkannya,” beber Risma saat ditemui ENEWSINDONESIACOM, Jum’at (21/10/2022).

Meski begitu, di apotek tersebut masih terlihat obat-obatan yang dihimbau dihentikan penjualannya sementara oleh Kemenkes di lemari jualannya.





Tinggalkan Balasan