ENEWS, MAMASA •• Putra daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Rama Wijaya menyoroti renovasi rumah Jabatan Bupati Mamasa. Rama menilai hal itu terlalu terburu-buru.
Menurut Rama, Pemda Mamasa tidak turut prihatin dengan penderitaan yang sedang dialami rakyat Mamasa akibat dari tidak becusnya pengelolaan keuangan daerah yang menyebabkan Rakyat Mamasa terpaksa berutang sekira Rp 150 miliar.
Ia menilai Pemda Mamasa tidak mengedepankan hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya Siltap Aparat Desa, Pelayanan Kesehatan, Utang Pemda kepada para rekanan.
“Terbukti dengan perbaikan Istana Rumah Jabatan yang lebih diprioritaskan padahal jelas tidak punya dasar penganggaran yang jelas,” kata Rama kepada ENews Indonesia, Kamis (5/6/2025).
Rama menjelaskan, secara etis di tengah keluh kesah yang dirasakan rakyat Mamasa, perhatian Pemda Mamasa harusnya berbenah khusunya dalam pengelolaan Keuangan Daerah.
“Penyelesaian masalah yang menyangkut hajat hidup rakyat Mamasa diselesikan lebih dulu ketimbang membangun istana mewah,” ujarnya.
Menurutnya lagi, jika dikaji, sebenarnya tidak ada urgensi untuk merenovasi Rumah Jabatan Bupati Mamasa karena secara umum kondisinya masih sangat layak huni.
“Jika Pemda Mamasa dalam hal ini Bupati Welem Sambolangi masih terus mempertahankan Kepala BPKAD, maka masalah keuangan di Mamasa tidak akan pernah tuntas karena memang pak Kabag ini disiplin ilmunya di Kehutanan bukan Manajemen ataupun Akutansi,” terang aktivis Mamasa ini.
Makanya kata Rama, jangan heran jika perbaikan di Mamasa tidak bisa terlaksana dengan baik jika Pemda tidak bisa berempati dengan penderitaan rakyat dan juga memperbaiki situasi birokrasi.
“Penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat agar kesalahan di masa lalu tidak terus terulang,” tandasnya.
(Muhammad Jufri)






