ENEWS BONE •• Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihebohkan dengan modus kejahatan penipuan. Tak main-main, korbannya mencapai sekira 50 orang.
Kejadian tersebut terjadi Dusun Talaga, Desa Lompu, Kecamatan Cina. Para korban dan pelaku merupakan kerabat sekampung.
Total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai hingga Rp3 miliar.
Salah seorang korban, Rahmawati (25) menyebut bahwa pelaku bernama Nurmiati.
“Sekampung kami namanya Nurmiati. Ia mengaku butuh modal usaha, dan kita bantu urus di bank karena dia sendiri mengaku mau bayar angsurannya. Korbannya keseluruhan lebih 50 orang, dengan total uang Rp 3 miliar,” beber Rahmawati, Jumat (14/12/2024).
Rahmawati menceritakan, awalnya Nurmiati datang di rumah para warga di Desa Lompu dengan modus meminta bantuan pengurusan pencairan dana di salah satu bank dengan cara meminta KTP dan kartu keluarga (KK) warga yang akan ditipunya.
“Setelah dikasih KTP dan KK, selebihnya dia mi (pelaku. Red) yang urus. Nanti datang tim survei dari bank, saya diberi barang kosmetik oleh pelaku (Nurmiati) yang difoto sebagai jaminan modal usaha. Intinya pada saat permohonan bukan kita yang ke bank, kita nanti ke bank pada saat tanda tangan pencairan,” ungkapnya.
Rahmawati dan korban lainnya pun mengaku percaya dengan Nurmiati karena merupakan warga setempat.
Bahkan, sebelumnya Rahmawati mengetahui bahwa pelaku sudah pernah melakukan hal itu dan pembayarannya lancar.
“Awalnya percayaki karena satu kampung dan banyak juga orang nakasih begitu, dan sebelumnya lancar ji pembayarannya. Kemudian untuk pinjaman di bank bervariasi, saya Rp 50 juta, ada juga Rp 70 juta, Rp 80 juta, dan paling tinggi Rp 100 juta,” bebernya.
Rahmawati menambahkan, ada korbannya juga yang bernama Bacotang memberikan jaminan sapi.
Korbannya sudah melakukan tanda tangan pencairan, lalu tidak diberi tahu kalau uangnya sudah cair.
“Bacotang memberi jaminan sapi, dan buku tabungan serta ATM dipegang oleh Nurmiati. Itu sudah tanda tangan pencairan, tetapi diberitahukan kalau itu uang tidak cair, bahkan Bacotang baru tahu uang itu cair setelah ditagih sama bank,” jelasnya.
Ia mengungkapkan saat ini, Nurmiati dikabarkan kabur ke Marowali akibat kasus tersebut.
“Sampai sekarang warga masih ditagih sama pihak bank, namun orang tidak ada yang membayar karena bukan kita yang pakai. Kami sudah laporkan kasus ini kepada polisi, apalagi kabarnya Nurmiati sudah kabur ke Morowali,” ungkapnya.
Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Pihak Polres Bone mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpa warga Dusun Talaga, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.
“Kami baru menerima laporannya kemarin (12/12) dari satu korban, untuk saat ini kami telah melakukan penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Yusriadi Yusuf, Sabtu (14/12/2024).
Ia juga mengaku untuk saat ini pihaknya masih sementara mengumpulkan keterangan dari korban yang melapor.
“Kami juga sementara mengumpulkan keterangan dari pelapor,” tandasnya.






