ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Kematian Asi Lesi yang menimbulkan banyak pertanyaan telah ditindak lanjuti pihak berwenang. Ahli forensik telah melakukan autopsi jenazah Asi Lesi (Nenek 80 tahun) yang diduga korban penganiayaan di kebun Kabupaten Pulau Morotai.
Autopsi jenazah yang dilakukan oleh tim ahli forensik dan tim penyidik Polres pulau Morotai dimulai pada Rabu 22 Februari 2023 sekitar pukul 17.26 selesai 19.21 WIT, di lokasi pekuburan umum Desa Gotalamo.
Kapolres Pulau Morotai AKBP Agung Reza Pratidina menyampaikan, kepolisian akan menyimpulkan hasil autopsi sebelum disampaikan ke pihak keluarga.
“Ini sekarang dari tim akan mengumpulkan dulu inventarisasi, tadi apa yang sudah didapat selama pelaksanaan autopsi. Kemungkinan besok pagi kita akan gelar,” terangnya.
Menurutnya, autopsi ini akan membuktikan penyebab kematian korban Asi Lesy yang sebenarnya.
“Kita menggunakan saintifik, jadi sudah kepastian jelas (penyebab kematian), ini bukan lagi kemungkinan-kemungkinan. Dengan adanya autopsi kita ingin kejelasan penyebab kematian dari almarhum,” tandasnya.
Secara terpisah, Kasat reskrim polres pulau Morotai Ipda Muhammad Andy Kurniawan mengatakan hasil autopsi masih menunggu dari dokter.
Masih menunggu hasilnya dari dokter bang,” singkatnya saat dikonfirmasi Enewsindonesia.com, Kamis (23/2/2023) siang ini.
Lebih lanjut ia berharap kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini.
“Mari kita berantas kejahatan dan saling melindungi keluarga agar tidak terjadi hal seperti demikian kedepannya,” tutupnya. (Ranto DB)






