PMI Luncurkan Strategi Adaptasi Ketahanan Iklim

Foto: Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla (JK).

ENEWSINDONESIA.COM, JAKARTA – Menghadapi tantangan perubahan iklim dan membantu masyarakat
rentan agar lebih berketahanan iklim, Palang Merah Indonesia (PMI) meluncurkan Strategi Adaptasi dan Ketahanan Iklim pada Selasa (12/12/2023) di Jalan Wijaya Kusuma, Jakarta Selatan.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan dampak perubahan iklim telah menjadi krisis kemanusiaan.



“Meningkatnya suhu global akibat perubahan iklim yang semakin esktrim mengakibatkan intensitas
bencana alam meningkat dan mengancam keamanan pangan. Selain itu juga menyebabkan migrasi
paksa, konflik, ancaman kesehatan manusia, dan kerentanan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut JK menyampaikan, perubahan iklim telah
menjadi krisis kemanusiaan yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat. Strategi ini akan
menguatkan kerja PMI dalam membantu masyarakat agar lebih berketahanan iklim.

Dijelaskannya, strategi ini difokuskan pada 6 isu strategis perubahan iklim yang relevan dengan organisasi PMI, yaitu bencana alam dan iklim ekstrim; kesehatan; air, sanitasi, dan hygiene (WASH); pertanian dan
pangan; pesisir dan kelautan; dan panas ekstrim perkotaan.

“PMI akan menggerakkan sekitar 400 ribu relawannya yang terlatih di seluruh daerah di Indonesia untuk mengimplementasikan strategi ini,” imbuhnya.

Dikatakannya, para relawan akan membangun ketahanan iklim dengan menggunakan pendekatan berbasis
masyarakat dengan memerhatikan kebutuhan, pengetahuan, dan pengalaman masyarakat rentan
dalam menghadapi risiko dan dampak perubahan iklim.

“Bekerjasama dengan berbagai pihak, pada tahap awal PMI akan menggerakkan para relawan untuk
menanam 10 batang pohon per relawan. Selain itu, PMI akan menggiatkan promosi perubahan perilaku untuk mengembalikan kembali tradisi menanam pohon agar menjadi gaya hidup di masyarakat,” ucap JK.

Kerjasama dengan berbagai pihak ini, kata JK, juga diharapkan dapat mencapai tujuan agar PMI kelak menjadi green PMI.

“Strategi juga akan dijalankan berkolaborasi dan bermitra dengan pemerintah, lembaga internasional, sektor swasta, serta masyarakat sipil agar dapat saling memanfaatkan beragam keahlian, sumber
daya, dan jaringan yang ada untuk mencapai hasil yang lebih baik sekaligus menguatkan koordinasi antar pihak,” tandasnya.

Ditambahkannya, kehadiran perwakilan dari Kementrian dan lembaga terkait, perwakilan negara-negara sahabat, NGO, serta mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menjadi titik awal kolaborasi PMI dengan
berbagai pihak.

“Untuk membantu pemerintah dalam hal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” tutupnya. (*)

Laporan: Abdul Gafur





Tinggalkan Balasan