ENEWS, WAJO ••》Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Wajo mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa handtraktor yang disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo.
Keluhan muncul setelah beredar informasi bahwa sejumlah kelompok tani telah menerima bantuan tersebut, sementara kelompok yang mengaku lebih dahulu mengajukan proposal hingga kini belum memperolehnya.
Salah seorang perwakilan kelompok tani yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kecewa karena usulan yang diajukan sejak lama belum terealisasi.
“Kami sudah lama mengajukan proposal, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Sementara ada kelompok lain yang pengajuannya belakangan justru sudah menerima handtraktor,” ujarnya pada Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, setiap kali menanyakan perkembangan usulan kepada Dinas Pertanian, pihaknya hanya diminta bersabar.
Di sisi lain, bantuan alsintan diketahui telah disalurkan kepada kelompok tani lainnya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait dasar penetapan penerima bantuan dan urutan prioritas penyaluran.
Kelompok tani meminta Dinas Pertanian menjelaskan secara terbuka prosedur dan kriteria penerima bantuan agar tidak menimbulkan spekulasi di kalangan petani.
“Kalau memang ada aturan atau kriteria tertentu, sebaiknya dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai muncul dugaan-dugaan yang tidak diinginkan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Tien Zainuddin, mengatakan pihaknya telah menyalurkan 20 unit handtraktor kepada kelompok tani yang mengajukan proposal pada tahun 2025.
“Kami telah menyalurkan 20 alsintan kepada kelompok tani yang telah memasukkan proposal pada tahun 2025,” ujar Tien saat dikonfirmasi melalui pesan seluler pada malam Minggu (21/6/2026).
Meski demikian, sejumlah petani berharap Dinas Pertanian dapat membuka data dan mekanisme penerimaan proposal secara transparan agar proses penyaluran bantuan dapat dipahami masyarakat serta menghindari munculnya berbagai spekulasi. (A. Ikbal)






