Petani Milenial Asal Takalar Ikut Dikirim Magang ke Jepang dalam Program Kementan

ENEWSINDONESIA.COM, TAKALAR – Kementerian Pertanian terus mencetak petani muda di banyak daerah lewat program Petani Milenial. Anak-anak muda inilah yang diharapkan mampu melaksanakan pertanian modern yang merupakan kunci peningkatan produktifitas.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani-petani muda harus bisa mengambil peran dalam pengembangkan pertanian.

banner 728x250

“Harapannya melalui petani-petani milenial itu akan muncul inovasi-inovasi lain yang mendorong pertanian modern, sehingga swasembada pangan di negara kita nantinya benar-benar terwujud,” kata Menteri Syahrul.

Salah satu cara Kementan membentuk petani milenial yang berkualitas adalah peningkatan SDM. Baru – baru ini, Kementan mengirim 53 orang petani muda dari 19 provinsi untuk program magang ke Jepang pada Selasa (19/4/2022). Langkah itu merupakan salah satu upaya untuk melakukan regenerasi petani di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan tujuan program magang tersebut untuk peningkatan kapasitas pemuda tani di bidang pertanian melalui program pelatihan dan magang di sektor on farm mulai dari budidaya hingga pascapanen. Dalam hal ini akan fokus pada komoditas hortikultura, tanaman pangan, dan peternakan.

Salah satu petani yang lolos dan ikut ke Jepang adalah Muhammad Taufik, petani muda asal Takalar, Sulawesi selatan.

Muhammad Taufik merupakan Putra ke tiga (3) dari pasangan Sarajang dan Farida yang beralamat di Kampung Beru, Kelurahan Panrannuangku, Polut, Kabupaten Takalar, Sulawesi selatan.

“Kami berangkat nanti subuh sebanyak 53 orang yang akan melakukan magang selama satu tahun di Tokyo,” ujar Taufik melalui pesan tertulisnya, Kamis (21/4).

Salah satu kerabat Muhammad Taufik, Wati merasa terharu dengan hal tersebut. Wati mengatakan, mewakili masyarakat Takalar merasa bangga memiliki sosok jiwa anak muda yang berpotensi di bidang pertanian.

“Patut kita acungkan jempol sebagai anak muda yang berprestasi dalam bidang pertanian,” ucap Wati.

“Semoga ilmu yang didapatkan, dapat bermanfaat bagi diri pribadi, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara, dan menjadi motivasi bagi warga di kampung,” pungkas Wati.

Sekedar informasi, program tersebut merupakan kerja sama antara BPPSDMP Kementan dengan Accepting Organization (AO) yang terdiri dari Japan Agricultural Exchange Council (JAEC), Niigata Agricultural Exchange Council (NAEC), International Agricultural Exchange Association (IAEA) Gunma, serta Ibaraki Chuo Engei (ICE).

Muh Reski





Penulis: Muh ReskiEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan