ENEWSINDONESIA.COM, Bone – Irto Ginting selaku Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga,. SH C&T PT Pertamina (Persero) menerangkan bahwa ketersediaan Pertalite selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sangat mencukupi.
“Stok Pertalite sangat mencukupi,” ujarnya saat dikutip dari Kompas.com.
Irto juga mengimbuhkan bahwa hingga saat ini harga BBM jenis Pertalite sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 7.650 per liter.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami siapkan stok cukup di SPBU,” katanya.
Namun, dalam pantauan Enewsindonesia.com, ketersediaan BBM jenis Pertalite di SPBU yang terletak di Taccipi, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi selatan habis bila sore hari, hal itu dikeluhkan beberapa pengendara.
“Tiap hari begini pak, kalau sore habismi,” ungkap salah satu pegawai SPBU tersebut saat mengisi BBM jenis Pertamax ke pengendara sore tadi, Kamis (14/4/2022).

Hal itu terjadi sejak harga BBM jenis pertamax mengalami kenaikan. Salah seorang pengendara merasa heran dengan kelangkaan Pertalite di SPBU Taccipi ini.
“Padahal di SPBU Lapri, tidak pernah kosong pak pertalitenya, begitupun di beberapa SPBU yang lain di Kabupaten Bone ini,” kata Justang (34) kepada Enewsindonesia.com.
Jurnalis Enewsindonesia.com mencoba memantau SPBU yang terletak di Kecamatan Lappariaja (Jalan poros Bone – Makassar ), salah satu pegawai mengatakan bahwa Pertalite di SPBU tersebut selalu ada dan tidak pernah kehabisan.
“Alhamdulillah, tidak pernahji habis di sini pak, selalu ada,” ujarnya.
Sekedar informasi, PT Pertamina (Persero) melarang pembelian Pertalite pakai jeriken.
Irto Ginting menyebut aturan pelarangan untuk melayani pembelian JBKP Pertalite dengan jeriken ini telah sesuai dengan Surat Ederan Menteri ESDM No. 13/2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur.






